by

Setubuhi Anak Dibawah Umur, Muskita Diganjar 8 Tahun

Ambon, BKA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, memvonis Januwerick Muskita alias Erick, terdakwa yang dijerat dalam kasus persetubuhan anak dibawah umur dengan pidana penjara selama 8 tahun, dalam sidang, Kamis (22/4).

Warga Kusu-kusu Sereh, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini dinyatakan bersalah melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Sebagaimana diatur dalam pasal 81 ayat (2) undang-undang nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Serta memvonis terdakwa dengan kurungan badan selama 8 tahun dipotong masa tahanan, serta denda Rp.300 juta subsider dua bulan kurungan,” ungkap, Ketua Majelis Hakim, Orpa Marthina Cs.

Sidang dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lilia Helut, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Muhamad Gurium.
Putusan majelis hakim ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa sebelumnya, yang menuntut agar terdakwa divonis penjara selama 10 tahun.

Selain pidana badan, lanjut JPU, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.300 juta subsider tiga bulan kurungan.
JPU dalam berkas dakwaan menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi, pada Senin 12 Oktober 2020 lalu, sekitar pukul 19.15 WIT, tepatnya di bawah pohon dekat jalan setapak kompleks Malamang, Kusu-Kusu Sereh.

Awalnya, korban ke rumah tetangganya mengantarkan saudaranya. Namun jalan pulang, korban dihubungi terdakwa melalui handphone. Korban yang tidak tahu apa-apa mengaku kalau sedang di jalan dan hendak pulang ke rumahnya.

Tiba-tiba terdakwa menghampiri korban. Terdakwa kemudian menarik tangan korban ke tempat yang gelap.
Aksi tak terpuji terdakwa, sempat tidak diladenin korban. Namun karena paksa, korban akhirnya dibawa terdakwa ke bawah pohon dalam kondisi gelap. Disitu, terdakwa kemudian memperkosa korban. Setelah itu, korban dan terdakwa pulang ke rumah masing-masing.

Aksi tak terpuji terdakwa diketahui, setelah korban mengetahui adanya tanda di tubuh korban, sehingga korban mencoba untuk mengambil gambar tubuhnya lalu mengirimkan ke terdakwa.

Tak disangka, HP milik terdakwa itu dipegang keluarganya lalu melihat ada foto bugil korban. Dari situ, saksi pergi memberitahukan hal tersebut ke orang tua korban, dan akhirnya kasus ini dibawa ke ranah hukum. (SAD).

Comment