by

Setubuhi Pacar, Pemuda OSM Terancam 7 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Widian Firdaus Leloltery alias Febrianno Nirahua alias Ina, terdakwa kasus persetubuhan terhadap pacarnya sendiri yang masih dibawah umur, diancam JPU Kejari Ambon Chateri Lesbata, dengan pidana penjara selama tujuh tahun dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (6/1).

Pria 23 Tahun, Warga OSM, Kecamatan Nusaniwe, Ambon ini dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 81 ayat (2) UU RI nomor 1 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pengganti UU nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 64 KUHPidana.

“Selain menghukum terdakwa agar dipenjara selama 7 tahun, terdakwa juga dibebankan supaya membayar denda sebesar 300 juta subsider tiga bulan kurungan,” ungkap JPU Chaterina, dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Hamjah Kailul Cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Penny Tupan.

Hal yang memberatkan, lanjut JPU, perbuatan terdakwa mempengaruhi perkembangan jiwa korban dan mengakibatkan korban serta keluarga malu. Sedangkan yang memberatkan, terdakwa berlaku sopan dan mengakui perbuatannya.

JPU dalam berkas dakwaannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terhadap korban yang merupakan mantan pacarnya itu, terjadi sekitar bulan November 2019. Terpatnya di dalam rumah terdakwa di kawasan OSM. Saat itu, terdakwa mengajak korban ke kamarnya dan memaksa korban untuk melakukan aksi bejat itu.

Kejadian kedua kalinya, terjadi di kamar kos-kosan sepupu terdakwa di Kawasan Wailela, Kecamatan Teluk Ambon. Disitu, terdakwa kembali meniduri korban yang masih dibawah umur itu.
Selanjutnya, perbuatan asusila terdakwa terjadi di rumah tante terdakwa. saat itu, korban datang menemui terdakwa karena keduanya tergabung dalam komunitas anak remaja kristen dan saat itu pula ada pertemuan di rumah Tante terdakwa.

Dalam kondisi mabuk, terdakwa kembali meniduri korban. terdakwa beralasan hal itu dia lakukan karena menyayangi korban dan akan bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan.
Aksi bejat terdakwa ini diketahui karena korban sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah, namun dia sudah tinggal bersama terdakwa. Dan karena tidak terima, orang tua korban langsung melaporkan perbuatan terdakwa ke pihak kepolisian. (SAD).

Comment