by

Setubuhi Siswa SMP, Angkotta Diancam 12 Tahun PenjaraPp

Menyetubuhi remaja yang masih duduk dibangku SMP,
Corneles Angkotta alias neles (47), Warga kompleks Waimahu Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, diancam hukuman penjara selama 12 tahun.

Ancaman tersebut disampaikan Jaksa Penutut Umum (JPU), Chaterina Lesbata, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (17/5).

Didepan majelis hakim, JPU menyatakan terdakwa terbukti melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur, sebagaimana diatur dalam pasal 81 ayat (2) UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, dengan pidana selama 12 tahun penjara, dikurangi masa tahanan dan denda Rp.60.000.000, subsider 3 bulan kurungan, dengan perintah terdakwa tetap di tahan,” kata Lesbata, saat membacakan berkas tuntutan.

Dalam berkas tuntutan, jaksa menguraikan, perbuatan bejad terdakwa pertama kali dilakukan 2019. Perbuatan serupa kembali dilakukan di bulan Juni 2020, sebelum akhirnya diketahui pihak keluarga, yang kemudian melapor ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

Awalnya, korban merupakan tetangga terdakwa sedang duduk di depan rumah. Terdakwa kemudian melambaikan tangan kepada korban.

Awalnya korban tidak menghiraukan. Namun terdakwa yang masuk ke rumah kembali memangil korban, sehingga korban menemui terdakwa.

Saat masuk ke rumah terdakwa, korban diberikan uang sebesar Rp 20.000. Korban tidak mau menerima, namun terus dipaksa oleh terdakwa.

Usai menerima uang tersebut, terdakwa kemudian menarik tangan korban untuk masuk ke dalam kamar, seraya melancarkan aksi bejadnya.

Kejadian serupa terus berlangsung hingga Juni 2020, dengan total sebanyak 4 kali persetubuhan. Hal tersebut terungkap setelah orangtua korban yang curiga dan mendesak korban untuk bercerita. Disitu korban akhirnya memceritakan semua perbuatan bejad terdakwa.

Selanjutnya, orangtua korban melapor ke Polresta Ambon, sehingga terdakwa akhirnya diamankan dan diproses lanjut.

Usai mendengarkan amar tuntutan jaksa, hakim menunda sidang hingga Senin 24 Mei 2021 untuk agenda pledoi dari Victor Talla selaku kuasa hukum terdakwa. (SAD).

Comment