by

Seychelles Tawar Kerjasama Dengan Maluku

Ambon, BKA- Lewat jamuan makan malam yang diwakili Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, HE Nico Barito, Gubernur Maluku Murad Ismail ditawari kerjasama pengembangan pariwisata, Kamis (24/12) malam. Mengingat, Maluku dan negara kepulauan Seychlles dinilai memiliki karateristik kepulauan.
“Seychlles dan Maluku itu pak Gubernur, sama bentuknya. Pulaunya sama, lautnya sama, bedanya hanya status hukum. Seychlles adalah sebuah negara dan disini (Maluku) adalah provinsi,” ungkap Nico, lewat rilis Humas Pemprov Maluku, akhir pekan kemarin.

Seperti yang dikatakan Nico, dirinya mengakui ingin sama sekali berbagi pengalaman dengan Provinsi Maluku terkait pengelolaan pariwisata yang di Maluku. Sebab, sebanyak 20 persen GDP dari Seychelles didapat dari industri pariwisata dan 15 persen lapangan kerja di negara kepulauan, itu pun terkait pada sektor tersebut.

Seychelles merupakan sebuah negara kecil yang berada di Benua Afrika, negara yang memiliki 115 pulau dan terletak di Timur Laut Madagaskar. Yakni telah dikenal dunia dengan pengembangan pariwisata yang melakukan pendekatan dan model terbaik, mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dengan mengutamakan keselamatan lingkungan alam, kelestarian budaya lokal, dan keuntungan pengelolaan pariwisata yang langsung kepada seluruh masyarakat.

Pariwisata yang didasarkan diatas tidak mengejar tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi, tetapi lebih mengutamakan jumlah wisatawan yang terbatas namun dengan kemampuan berbelanja yang tinggi dan hasrat untuk bersosialisasi dengan host (tuan rumah).

Berkaitan dengan pengembangan pariwisata, Seychelles ingin berbagi pengalaman dengan Provinsi Maluku. “Pak Gubernur dalam waktu dekat ini, saya akan mengundang pak gubernur ke Seychlles. Pak gubernur menyesuaikan jadwal waktu dan program-program singkat yang bisa kita kerjakan bersama nantinya,” ungkap Nico.
Nico juga mengaku telah membahas hal tersebut bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Max Pattinama. “Tadi (kemarin), saya juga sudah sampaikan ke Prof Max, kita akan bentuk satu tim kecil. Jadi ada Tim Work Pariwisata. Nanti saya tempatkan orang saya ke Maluku,” jelas Nico.

Sementara itu, Gubernur sendiri menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kunjungan kerja Utusan Khusus Presiden Seychelles yang telah berbagi pengalaman dan kelebihannya dalam dunia Pariwisata.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat datang, serta menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Utusan Khusus Presiden Republik Seychelles Untuk Negara-Negara Anggota ASEAN, Bapak Nico Barito Dan Rombongan ke Maluku. Semoga kunjungan ini dapat menjejaki peluang kerjasama, antara Pemerintah Provinsi Maluku melalui Pemerintah Pusat dengan Negara Seychelles,” ungkap Gubernur.

Dikatakan, Maluku merupakan salah satu provinsi berciri kepulauan, yang memiliki 1.340 pulau dengan jumlah penduduk sebanyak 1,8 juta jiwa yang tersebar pada 11 kabupaten/kota.
“Maluku memilki kesamaan dengan Negara Seychelles, dimana banyak memiliki pulau-puau kecil,” ungkap Gubernur.

Ditambahkan, Maluku juga memiliki potensi sumber daya alam seperti perikanan, pertanian, pariwisata dan pertambangan yang menjadi penggerak ekonomi. Dan di sektor perikanan, potensi yang dapat dikembangkan, baik perikanan tangkap, budidaya, maupun hasil olahan perikanan. Sedangkan di sektor pertanian, potensi yang dapat dikembangkan, antara lain, perkebunan cengkeh dan pala.
“Perkebunan pala yang sangat terkenal yakni di Pulau Banda, dimana pala banda merupakan unggulan Maluku, yang telah berumur ratusan tahun,” ucapnya.

Tak hanya itu, sebut mantan Dankor Brimob Polri ini, Maluku juga memiliki potensi pariwisata yang dapat dikembangkan khususnya pariwisata bahari di Ambon, Kei, Seram, Maluku Barat Daya, Kepulauan Banda dan wilayah-wilayah lainnya.

“Untuk itu, pada kesempatan ini saya menawarkan peluang kerjasama antara lain, pengembangan eko wisata, dan menjadikan pulau-pulau kecil sebagai destinasi khusus, dan Kepulauan Banda sebagai destinasi unggulan Maluku.

Penambahan modal kerja, pada Bank Pembangunan Daerah Maluku Dan Maluku Utara, untuk menjadikannya sebagai bank ekonomi biru, yang diarahkan untuk pengembangan perikanan rakyat, antara lain perikanan tangkap skala kecil (perikanan tuna), budidaya rumput laut, dan olahan hasil perikanan, serta pengembangan agro wisata pala di Kepulauan Banda, Konservasi lingkungan, serta teknologi pengelolaan sampah, untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepulauan Banda,”jelas Gubernur.

Sebagaimana diketahui, Utusan Khusus Presiden Republik Seychelles akan berada di Kota Ambon selama dua hari (24-26 Desember 2020). Dua hari Kunjungan kerjanya pada 24 Desember, Utusan Presiden Seychlles didampingi Kadis Pariwisata melakukan observasi wisata di Kota Ambon dan menghadiri Misa Vigil Natal di Gereja Katedral Ambon. (RHM)

Comment