by

Sianresy Mohon Keringanan Hukuman

beritakotaambon.com – Elia Rony Sianresy, terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu, memohon keringanan hukuman dari majelis hakim.

Permohonan tersebut disampaikan Sianresy melalui kuasa hukumnya, Jhoemico Syaranamual, dalam sidang dengan agenda pembelaan/pledoi di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (18/10).

Kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Feliks. R. Wuisan, Syaranamual mengatakan, terdakwa telah mengakui perbuatannya.

Selain itu, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, terdakwa juga merupakan tulang punggung keluarga. “Melalui persidangan ini, majelis hakim kiranya memberikan keringanan hukuman kepada terdakwa,” ujar Syaranamual.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Mardika Terancam Batal Tahun Ini

Menurutnya, ancaman hukuman pidana penjara 3,6 tahun yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Els. B. Leunupun, terlalu berat bagi terdakwa.

“Semoga saja majelis hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya,” tandasnya.

Usai mendengarkan pledoi kuasa hukum, hakim menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda putusan majelis hakim.

Sebelumnya, diberitakan Elia Rony Sinaresy dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Els B. Leunupun, dengan pidana penjara selama 3,6 tahun.

Tuntutan itu disampaikan JPU pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (11/10).

Baca juga: Sianresy Ditahan Jaksa

Dalam amar tuntutan JPU, terdakwa yang berprofesi sebagai pengacara tersebut dinyatakan terbukti melanggar pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 tahun 1999 tentang Narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim, agar memvonis Elia Rony Sianresy dengan pidana selama 3,6 tahun penjara, dipotong masa tahanan,” kata JPU dalam amar tuntutan kepada majelis hakim yang dipimpin Feliks R. Wuisan. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Jhoemico Syaranamual.

Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan dan mengakui perbuatannya. Sementara yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika.

Sebelumnya, dalam berkas dakwaan JPU menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 24 Juni 2021, tepatnya di kamar kostnya di Kawasan Waringin, Batu Gantong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Awalnya, petugas Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease menerima informasi dari informan, bahwa terdakwa sedang pesta sabu di kamar kostnya.

Baca juga:
MBD Akan Perketat Keamanan Laut Pulau Luang

Tidak menunggu lama, petugas kemudian melakukan penggerebekan terhadap terdakwa. Saat itu petugas menemukan barang bukti satu paket sabu, yang dikemas dalam plastik bening ukuran kecil.

Selanjutnya, petugas menggelandang terdakwa bersama barang buktinya ke Mapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, untuk dilakukan pemeriksaan lanjut. Berdasarkan hasil tes urine, terdakwa positif narkoba.(SAD)

Comment