by

Sidang Eks Raja Laha Ditunda

Ambon, BKA- Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2021, agenda persidangan kasus dugaan korupsi terhadap terdakwa mantan Raja Laha, Said Latuheru ditunda hingga awal tahun 2021 baru dimulai.

“Agendanya ditunda sampai Januari Tahun depan (2021) baru dimulai,” ungkap Humas Pengadilan Negeri Ambon, Lucky R. Kalalo kepada koran ini, Selasa kemarin.
Kata dia, selain kasus dugaan korupsi itu, ada pun beberapa agenda persidangan yang ditunda majelis hakim, karena berkaitan dengan hari raya natal dan Tahun baru.
“Jadi ada beberapa agenda sidang yang ditunda. Semuanya akan lanjut pada tahun depan,” tandasnya.

Sebelumnya, setelah tim JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon melimpahkan berkas perkara korupsi anggaran kas Negeri Laha tahun 2012-2017 dengan tersangka Said Laturua mantan Raja Negeri Laha, ke Pengadilan Tipikor Ambon, kini kursi terdakwa sudah menanti Laturua.

Humas Pengadilan Negeri Ambon, Lucky Rombot Kalalo mengatakan, agenda sidang untuk kasus dugaan tipikor tersebut dalam waktu dekat di gelar.“Tidak lama lagi, sudah diagendakan persidangan, mengingat, JPU Selasa kemarin sudah melimpahkan berkas perkara di Pengadilan,” ungkap Kalalo kepada koran ini, (16/12).

Kata dia, biasanya , jika berkas perkara masuk di Pengadilan, pemberitahuan pasti disampaikan melalui panitera ke pimpinan, sehingga akan dilakukan penentuan tiga majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut. “Nanti kita tunggu saja, terkait pembagian majelis hakimnya, karena itu kewenangan pada pimpinan,” pungkasnya.

Diketahui,alasan JPU melimpahkan berkas ke pengadilan itu setelah Kejari Ambon mengantongi hasil audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon sebesar Rp 2,2 miliar.

Kasus ini diterkuak, setelah dana hibah sebesar Rp 2 miliar lebih diberikan CV Batu Prima kepada Pemerintah Negeri Laha sebagai sewa lahan untuk Galian C selama kurun waktu 2013-2020. Namun dana itu tak dimasukan sebagai penerimaan desa. Diduga digunakan oleh Raja Laha saat itu, Said Laturua dan oknum-oknum pemerintah negeri setempat untuk kepentingan pribadi.

Kasus dugaan korupsi dana hibah Negeri Laha, sebelumnya diusut Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, yang kala itu dijabat AKP Gilang Prasetya, saat dikonfirmasi justru marah. Ia tidak terima dituduh tidak serius mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, kasus ini masih perlu lagi keterangan saksi-saksi dan bukti.

“Prosesnya masih dalam tahap penyelidikan, kita masih mengumpulkan bukti-bukti potensial dan keterangan saksi-saksi,” jelas Gilang, Senin (13/5).

Akan tetapi, karena usut punya usut, kasus ini dialihakan ke Kejari Ambon untuk melakukan penyidikan lanjut, dan jelas hasilnya, Laturua langsung di tetapkan sebagai tersangka. (SAD)

Comment