by

Sikapi Surat Walikota, DPRD Ambil Langkah

Ambon, BKA- Menyikapi surat yang dikeluarkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy terkait dengan lokasi pemakaman jenazah Covid-19 dari luar Kota Ambon, DPRD Provinsi Maluku sepakat melakukan langkah koordinasi.

“Terhadap surat pak Walikota Ambon, telah disepakati akan dibuka koordinasi dengan Walikota Ambon. Sebagai dewan akan mengambil langkah-langkah dengan pak Walikota juga dengan Sekda Maluku, untuk bisa koordinasikan tentang pemakaman jenazah Covid dari luar Kota Ambon,” ungkap Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury kepada awak media, usai pimpin rapat tim pengawas Covid-19 DPRD bersama Ketua Gustu Covid Maluku, di ruang rapat istimewa DPRD Maluku, Karpan Ambon, Senin (11/1).

Menurut Wattimury, DPRD Maluku ingin agar semua persoalan dapat berjalan dengan aman dan lancar, meskipun ada kewenangan yang juga bisa dipahami dari posisi seorang walikota. Dimana DPRD harus tahu, jika salah sedikit dalam penggunaan anggaran, maka akan menimbulkan persoalan baru.

“Kita di dewan ini, agar semua persoalan dapat berjalan dengan baik, memang ada kewengan sebagai walikota. Namun kita juga harus pahami, kalau sedikit saja salah dalam penggunaan anggaran maka akan timbul masalah baru,” ujarnya.

Oleh karena itu, sikap tegas yang diambil DPRD Maluku akan berkoodinasi dengan walikota Ambon bersama dengan Sekda Maluku, sehingga ada langkah yang diambil untuk menjawab surat walikota.

Terpisah anggota DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudun menilai, pengelolaan jenazah covid-19 bukan menjadi kewengan Pemerintah Provinsi, tapi menjadi kewenangan kabupaten/kota masing-masing.

“Jadi tadi saya bilang sebelum rapat ini, seakan-akan ada wacana kalau pak Walikota tidak setuju dengan pemakaman jenazah pasien covid di wilayah pemakaman Kota Ambon. Itu berarti pak Walikota tidak setuju, tapi beliu ingin hanya pesan kepada kepala daerah lain agar dapat membantu untuk bisa juga menyiapkan lahan. Bahkan dalam isi surat juga tidak kata memulangkan jenazah atau menolak, itu sama sekali tidak ada dalam isi surat walikota,” jelas Rovik.

Dijelaskan, dalam isi surat walikota, meminta agar pasien covid yang meninggal dan mau dimakamkan pada pemakaman milik Pemerintah Kota Ambon, sebelumnya dapat mempertimbangkan sebelum dilakukan pemakaman.
“Kata, pertimbangkan dapat digunakan Pemerintah Provinsi untuk bisa berkoordinasi dengan walikota Ambon, sebelum disiapkan lahan yang baru. (RHM)

Comment