by

Simulasi Tarif Listrik Naik Mulai 1 Juli 2021

Kementerian ESDM mengkaji kenaikan tarif listrik mulai 1 Juli 2021. Kenaikan tarif listrik PT PLN (Persero) dilakukan lantaran tarif listrik tidak berubah sejak empat tahun terakhir.

Salah satu skema yang dipertimbangkan adalah menghapus 100 persen kompensasi yang selama ini dibayar pemerintah, sehingga tarif dan tagihan pelanggan PLN golongan non-subsidi akan naik ke depan.

Direktur Jenderal Ketanagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana memberikan simulasi kenaikan tagihan yang mungkin terjadi nanti.

“Ini kaitannya sama tarif adjustment (penyesuaian). Untuk yang paling tinggi itu industri besar, bisa sampai Rp 2,9 miliar per bulan,” ujar Rida saat rapat dengan Badan Anggaran DPR pada pekan lalu.

Berikut rinciannya:

1. Pelanggan 900 VA non-subsidi
Estimasi rata-rata kenaikan: Rp18 ribu per bulan
Rata-rata pembayaran tagihan selama ini: Rp147 ribu per bulan
Proyeksi rata-rata tagihan listrik yang harus dibayar ke depan: Rp165 ribu per bulan

2. Pelanggan 1.300 VA
Estimasi rata-rata kenaikan: Rp10.800 per bulan
Rata-rata pembayaran tagihan selama ini: Rp219 ribu per bulan
Proyeksi rata-rata tagihan listrik yang harus dibayar ke depan: Rp229 ribu per bulan

3. Pelanggan 2.200 VA
Estimasi rata-rata kenaikan: Rp31 ribu per bulan
Rata-rata pembayaran tagihan selama ini: Rp402 ribu per bulan
Proyeksi rata-rata tagihan listrik yang harus dibayar ke depan: Rp433 ribu per bulan

4. Pelanggan 3.500-5.500 VA
Estimasi rata-rata kenaikan: Rp31 ribu per bulan
Rata-rata pembayaran tagihan selama ini: Rp639 ribu per bulan
Proyeksi rata-rata tagihan listrik yang harus dibayar ke depan: Rp670 ribu per bulan

5. Pelanggan di atas 6.600 VA
Estimasi rata-rata kenaikan: Rp101 ribu per bulan
Rata-rata pembayaran tagihan selama ini: Rp2,05 juta per bulan
Proyeksi rata-rata tagihan listrik yang harus dibayar ke depan: Rp2,15 juta per bulan

6. Pelanggan 6.600 VA sampai 200 kVA (Bisnis)
Estimasi rata-rata kenaikan: Rp181 ribu per bulan
Rata-rata pembayaran tagihan selama ini: Rp3,69 juta per bulan
Proyeksi rata-rata tagihan listrik yang harus dibayar ke depan: Rp3,88 juta per bulan

7. Pelanggan di atas 200 kVA (Bisnis)
Estimasi rata-rata kenaikan: Rp33,15 juta per bulan
Rata-rata pembayaran tagihan selama ini: Rp234,32 juta per bulan
Proyeksi rata-rata tagihan listrik yang harus dibayar ke depan: Rp267,47 juta per bulan

8. Pelanggan di atas 200 kVA (Pemerintah)
Estimasi rata-rata kenaikan: Rp54,01 juta per bulan
Rata-rata pembayaran tagihan selama ini: Rp381,8 juta per bulan
Proyeksi rata-rata tagihan listrik yang harus dibayar ke depan: Rp435,81 juta per bulan

9. Pelanggan 30 ribu kVA
Estimasi rata-rata kenaikan: Rp2,87 miliar per bulan
Rata-rata pembayaran tagihan selama ini: Rp15,22 miliar per bulan
Proyeksi rata-rata tagihan listrik yang harus dibayar ke depan: Rp18,09 miliar per bulan
(INT)

Comment