by

Sistem Administrasi Kepegawaian Bakal Dievaluasi

Ambon, BKA- Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kota Ambon, Benny Selano berjanji secepatnya akan mengevaluasi sistem administrasi kepagawaian dalam jangka waktu satu bulan.

“Saya upayakan satu bulan selesai,” ungkap Benny, saat dikonfirmasi wartawan, terkait BKSDM yang sebelumnya diberikan kesempatan oleh walikota untuk benahi sistem administrasi kepegawaian dalam waktu tiga bulan, Jumat (15/1).

Diakuinya, langkah evaluasi tersebut akan dilaksanakan dibawah pengawasan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dengan begitu, kemungkinan bisa mencegah terjadinya kesalahan dalam upaya evaluasi sistem kepegawaian.
“Karena itu kita bersinergi langsung dengan BKN Jakarta. Oleh karena itu ada data yang bisa diubah langsung disini atau lewat persetujuan mereka,” sebutnya.

Bukan itu saja, menurut Benny, pihaknya sudah memiliki informasi kepegawaian masa kepemimpinan walikota pertama hingga saat ini. Hanya saja yang perlu dipersiapkan adalah penambahan item, guna menjawab keperluan kedepan.

“Itemnya masa kerja yang tidak termuat dalam aplikasi kita. Itu kita tambah sesuai dengan kebutuhan perkembangan kepegawaian,” ujar Benny.
Dikatakan, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy sangat memperhatikan hal-hal teknis tersebut sehingga dijanjikan, meski tiga bulan batas waktu yang diberikan walikota, namun akan diupayakan agar terselesaikan dalam jangka waktu satu bulan.

“Pembenahan tak hanya sistem. Posisi ini kan menentukan, seseorang punya keahlian yang bisa mengabdi disitu,” cetusnya.

Ditambahkan, jika dalam pembenahan sistem kepegawaian Pemkot Ambon, tidak ada lagi non job. Serta seluruh pegawai akan dipekerjakan sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki. Agar sumberdaya dapat dipakai sesuai dengan tempatnya.

“Jadi begini, saya yakin pak wali yang sudah sampaikan akan jadi perhatian beliau. Sehingga tidak ada lagi orang yang sarjana hukum pegang bendahara. The right man on the right pleace, itu yang kita benahi,” tuturnya.

Sekedar tahu, pembenahan sistem administrasi kepegawaian sesuai instruksi walikota, lantaran hingga kini masih banyak pegawai Pemkot Ambon yang bekerja tidak sesuai dengan titel yang dimiliki. Serta masih banyak terjadi kepincangan pada sistem, yang mengakibatkan banyak pegawai yang menjabat satu jabatan bertahun-tahun tanpa diperbaharui. (IAN)

Comment