by

Sistem Pembelajaran Tetap Sesuai Intruksi Pemerintah

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 96 Ambon, J. Sialana, mengatakan, sepanjang pemerintah belum mengijinkan belajar tatap muka dilakukan, pihaknya akan akan tetap menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sekolah, menurutnya, tidak dapat mengambil kebijakan terkait sistem pembelajaran di masa pandemi Covid-19, karena semua kebijakan yang berkaitan dengan mekanisme pembelajaran, ditentukan oleh pemerintah berdasarkan situasi dan kondisi masing-masing daerah.Untuk itu, katanya, sekolah akan tetap lakukan PJJ, hingga ada intruksi pemerintah untuk melakukan pembelajaran tatap muka.


“Ini soal keselamatan anak-anak. Sehingga bagi saya, sepanjang anak masih bisa belajar di rumah, baiknya kita jalankan PJJ dulu. Tidak bisa paksakan keadaan. Memang sebagian anak sudah jenuh, sehingga membuat orangtua terus mengeluh dengan PJJ ini. Tapi tidak mungkin kan saya buka sekolah, kalau belum ada intruksi. Kalau pun ada intruksi, belum tentu semua orangtua setuju belajar tatap muka. Itu yang jadi pertimbangan, kenapa kita tunggu intruksi pemerintah saja. Kalau sudah ada perintah, pasti kita belajar tatap muka. Tapi kalau belum, maka dalam kendala apapun itu, PJJ tetap dijalankan,” terang Sialana, Rabu (2/12).

Hal itu, katanya, penting untuk diperhatikan. Karena ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pasti pemerintah yang paling bertanggungjawa. Khususnya pihak dinas pendidikan (Disdik).

Untuk itu, dia akan tetap menunggu kebijakan baru dari dinas, terkait pedoman pembelajaran khusus bagi semua tingkatan sekolah ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Jadi kita tetap berpatokan pada keputusan dinas. Apapun kebijakan yang diturunkan, kita akan patuhi dan jalankan. Tidak bisa kita atur sendiri. Kita akan tetap menunggu intruksi dari dinas, guna melakukan penyesuaian. Untuk saat ini, belajar Luring masih tetap dilakukan. Jadi kita doakan, semoga pandemi cepat selesai,” pungkas Sialana. (LAM)

Comment