by

Siswa Butuh Perhatian Khusus

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 29 Ambon, Yansi Huliselan, mengungkapkan, para siswa saat ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah, baik sekolah, maupun pihak lain, guna kelancaran proses Belajar Dari Rumah (BDR).

Pasca pemberlakuan PJJ hingga saat ini, berbagai upaya terus didilakukan oleh SD Negeri 29 Ambon, agar siswa dapat terus belajar dengan baik dari rumah, terutama yang dilakukan secara Daring.

Bersyukur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengambil kebijakan untuk membantu siswa dengan rencana pembagian pulsa data atau kuota internet.

Walau begitu, katanya, siswa masih merasa terkedala. Khususnya siswa SD Negeri 29 Ambon, yang sebagian besar belum memiliki handphone android.

“Sebenarnya bantuan Mendikbud soal kuota internet kepada siswa sudah sangat baik. Itu membuktikan kalau pemerintah sudah peduli terhadap siswa dimasa pandemi Covid-19. Pokoknya kita melihat apa yang dilakukan oleh pemerintah itu baik. Tapi sebenarnya masih ada juga kendala yg dihadapi oleh siswa, karena belum semuanya memiliki Hp android. Sebagian besar siswa masih menggunakan Hp orangtua, dan ada juga yang pakai Hp biasa, atau bahkan ada yang tidak memiliki Hp sama sekali. Ini yang menurut saya perlu diperhatikan secara khusus,” ungkap Huliselan, Kamis (3/9).

Akibat kendala tersebut, tidak semua siswa di sekolah itu terdaftar sebagai penerima bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbud. “Padahal saya ingin daftarkan semua siswa yang ada, karena mereka sangat butuhkan bantuan tersebut. Tapi mau bagimana, hanya bisa kirim anak yang punya Hp android saja sesuai dengan petunjuk,” bebernya.

Kendala itu juga, lanjutnya, yang membuat proses pembelajaran secara Daring tidak berjalan maksimal. Sehingga para guru didorong untuk memaksimalkan proses pendampingan terhadap siswa, dalam proses belajar secara Luring.

“Itu solusi yang kita tempuh, yakni, guru melakukan KBM lewat Daring dan Luring. Sejauh mungkin kita upayakan untuk bisa menjangkau semua anak, sampai mereka bisa menerima materi pelajaran bersama dengan teman-teman mereka yang memiliki Hp android. Dan saya kira, itulah tantangan bagi guru ditengah pandemi ini. Bahwa dalam berbagai kendala apapun, kita harus biasa untuk menjangkau anak-anak. Puji Tuhan, semua anak bisa dijangkàu dengan tidak ada hambatan apapun. Itu terjadi, karena kita kerja dengan hati serta mengandalkan Tuhan. Kalau itu sudah kita percaya, jangan pernah ragu, sesulit apapun tanggung jawab itu, pasti ada jalan keluarnya,” pungkas Huliselan. (LAM)

Comment