by

Siswa Butuhan Pendampingan BDR

Ambon, BKA- Siswa-siswi membutuhkan pendampingan selama proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) secara Daring maupun Luring di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Kepala SD Negeri 86 Ambon, B. Bernad, siswa butuh pendampingan selama BDR. Hal itu dilakukan untuk membantu siswa memahami setiap materi yang diberikan.

“Karena mereka sudah terbiasa belajar dengan guru di sekolah. Jadi kalau tidak ada pendampingan, tentu mereka kesulitan dalam belajar. Artinya, meskipun BDR, kita pun harus upayakan untuk lakukan pendampingan belajar di rumah,” kata Bernad, Jumat (23/10).

Untuk itu, Ia mengatakan telah dijadwalkan setiap hari Sabtu guru berkunjung ke rumah siswa untuk melakukan pendampingan belajar. Sebelum itu, lanjut dia, siswa sudah diberikan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) serta modul. Guna memudahkan siswa dalam belajar di rumah.

“Sebelum itu, memang kita sudah bagikan buku. Jadi, saat kunjungan guru untuk pendampingan belajar, tinggal kita mengevaluasi hasil belajar mereka. Mengingat kondisi, sehingga kita tidak bisa lakukan pendampingan setiap hari. Hanya hari Sabtu saja,” terangnya.

“Maksudnya, kalau ada materi yang belum dipahami, guru bisa langsung menjelaskan. Dan Itu kita lakukan terus sampai ada intruksi selanjutnya dari pemerintah,” sambungnya.

Dirinya berharap, dengan pendampingan belajar tersebut, siswa-siswi tidak ketinggalan dalam menerima pelajaran. Di satu sisi, kata dia hal ini tidak menginginkan wabah Covid-19 ini memberi dampak yang besar dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan siswa. Sehingga berbagai kebijakan terus diambil untuk membantu siswa selama BDR.

“Sangat diharapkan, bukan saja guru yang bisa berusaha, tapi orangtua juga serta siswa juga tetap semangat dalam belajar di tengah pandemi ini. Kita semua sesuaikan saja dulu dengan kondisi sekarang ini,” ungkapnya.

Dengan kondisi seperti sekarang ini, pihak sekolah berharap agar wabah virus Corona cepat berakhir, sehingga bisa belajar tatap muka di sekolah. “Harapannya, kita tetap diberikan kesehatan, agar ketika semuanya sudah membaik, bisa kembali belajar di sekolah lagi,” tandas Bernad. (LAM)

Comment