by

Siswa Diminta Patuhi Prokes

Ambon, BKA- Para siswa diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang dianjurkan oleh pemerintah, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Memang saat ini, semua aktivitas sekolah ditiadakan. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru, diikuti oleh siswa dari rumah.

Namun himbauan itu dirasakan penting untuk selalu disampaikan kepada siswa, walau mereka berada di rumah. Namun dalam setiap aktivitas yang dilakukan, terutama di luar rumah, harus berpatokan pada prokes yang dianjurkan pemerintah.

Kedesiplinan siswa dalam mematuhi anjyran pemerintah, akan sangat berarti dalam membantu upaya Pemerintah Kota Ambon untuk terlepas dari status zona merah penyebaran Covid-19.

Kepala SD Inpres Latta, R. Lerebulan, mengatakan, kondisi Covid-19 yang berkepanjangan maupun proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang terus diterapkan hingga saat ini, bisa saja membuat siswa menjadi jenuh dengan kondisi saat ini.

Kejenuhan siswa itu, katanya, bisa saja membuat membuat mereka menjadi lalai, bahkan tidak memperdulikan lagi anjuran pemerintah terkait prokol kesehatan dalam beraktivitas di luar rumah setiap hari.

Kondisi tersebut, lanjutnya, bisa saja berakibat negatif bagi siswa. Hal yang tidak diinginkan ini, harus dihindari. “Karena itu, kita tidak jenuh-jenuhnya mengingatkan anak-anak untuk patuhi prokes, dengan tetap pakai masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak. Supaya kita bisa cepat keluar dari zona merah dan kembali belajar tatap muka,” ujar Kepala SD Inpres Latta, R. Lerebulan, Rabu (9/9)

Dengan kondisi Kota Ambon yang saat ini masih berstatus zona merah, membuat proses belajar mengajar belum bisa dilakukan secara tatp muka.

Kondisi ini, kata Lerebulan, tentu tidak menguntungkan bagi sekolah maupun siswa, terumata dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Karena memang proses pendidikan berjalan tidak maksimal.

“Semua itu tergantung disiplin dalam menjalankan prokes. Kalau kita tidak displin, maka akan semakin berdampak. Lebih khususnya kita punya anak-anak. Ini yang perlu kita sampaikan kepada orangtua maupun siswa, untuk tetap disiplin,” ulasnya.

Katanya, tugas guru bukan hanya sebagai pengajar di tengah pandemi ini, tapi juga sebagai pendidik yang terus memberikan pemahaman serta didikan yang bermakna, untuk menyiapkan mental dan karakter siswa tetap bertumbuh.

“Siswa tidak hanya dituntut untuk memahami dan mengerti materi pelajaran, tapi juga dapat memahami situasi dan kondisi saat ini dengan baik,” pungkasnya. (LAM).

Comment