by

Siswa Kelas I Butuh BTM

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 29 Ambon, Yansi. M. Huliselan, mengungkapkan, saat ini, siswa kelas I sangat sulit belajar. Karena pola pembelajaran yang dilakukan masih secara jarak jauh.

“Harus ada pendampingan dalam proses belajar membaca, menulis, dan menghitung, dan itu butuh belajar tatap muka. Tidak bisa secara online atau Luring menggunakan buku cetak atau Lembar Kerja Siswa (LKS),” ungkap Huliselan, Selasa (26/1).

Kendati demikian, proses belajar pada sekolah yang dipimpinnya ini masih tetap dilakukan secara Daring dan Luring, karena hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon masih melarang Belajar Tatap Muka (BTM), lantaran masih adanya penyebaran virus corona di Kota Ambon.

Untuk itu, dia meminta, ada kebijakan khusus untuk mengatasi persoalan belajar mengajar bagi siswa kelas kecil, agar tidak membuat mereka tertinggal, baik dari segi akademik maupun pertumbuhan karakter.

“Memang pendampingan belajar kita lakukan. Tapi karena tidak ada ijin, jadi kita juga takut. Berharap, Pemkot lewat Disdik secepatnya mengambil kebijakan belajar tatap muka secara kelompok, untuk menjawab berbagai kendala yang terjadi selama proses belajar semester ganjil, tahun lalu. Karena kalau PJJ semakin lama juga, akan memberikan dampak bagi perkembangan anak-anak ini. Jadi kita sangat berharap itu. Ya kita tetap berdoa, pandemi cepat selesai, supaya aktivitas sekolah kembali berjalan lancar,” harap Huliselan. (LAM)

Comment