by

Siswa Kelas I Paling Terdampak PJJ

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 85 Ambon, Jhon Talacua, mengaku, siswa kelas I yang paling merasakan dampak dari penerapan pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), bila dibanding siswa kelas lainnya.

Dampaknya bukan saja secara akademik, tapi juga hubungan kekerabatan antara siswa dengan guru belum terjalin baik. Rata-rata siswa kelas kecil ini belum saling mengenal.

“Kalau guru, memang ada yang sudah mulai kenal, walaupun tidak akrab. Yang sulitnya ini, antara mereka sendiri. Karena sejak mulai mendaftar hingga proses belajar, mereka belum pernah ketemu. Bersyukur, sekolah lain yang belajar Daring, mungkin bisa saling kenal. Tapi kalau Luring, memang sulit. Jadi kalau bilang terdampak PJJ, kelas I ini yang paling merasakan dampaknya,” ungkap Talacua, Rabu (23/12).

Dia mengatakan, demi mencegah Covid-19 serta menjaga kesehatan dan keselamatan siswa, pihaknya akan tetap mengikuti intruksi pemerintah melakukan PJJ.

Tapi jika PJJ terus-menerus dilakukan, dia takut akan semakin memberikan dampak negatif bagi perkembangan dan pertumbuhan siswa. Baik secara akademik maupun non akademik.

Karena itu, Talacua berharap, di tahun 2021, dilakukan belajar campuran antara Daring dan tatap muka. Sambil menyesuaikan dengan perkembangan Covid-19.

“Kalau dijinkan, sebenarnya kita inginkan seperti itu. Bahwa bukan saja Daring, tapi tatap muka juga. Walau satu kali dalam seminggu, tidak apa-apa. Yang penting ada tatap muka,” pungkasnya. (LAM)

Comment