by

Siswa Terbatas Fasilitas Daring

beritakotaambon.com – Sebagian besar siswa SD Inpres 48 Ambon, tidak memiliki fasilitas untuk mengikuti proses belajar mengajar secara Daring.

Penyebabnya, orangtua tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan fasilitas itu bagi anak mereka.

Salah satu guru SD Inpres 48 Ambon, Fenska Johannis, mengatakan, tidak banyak siswa di sekolah itu yang memiliki HP Android.

“Disini hanya sebagian kecil orangtua siswa yang punya HP Android. Karena rata-rata orangtua disini berekonomi menengah ke bawah,” ucapnya, Selasa (24/8).

Untuk itu, PBM dijalankan secara Daring dan Luring, yang dilakukan berupa pembentukan kelompok belajar.

“Jadi kami Daring dan belajar kelompok. Untuk yang kelompok, itu sekitar 4 sampai 5 siswa. Dan belajar di rumah wali kelas,” terangnya.

Baca juga: SMA Xaverius Agendakan Pemilihan OSIS

Johannis berharap, pemerintah bisa mengijinkan sekolah melakukan belajar tatap muka, agar perkembangan siswa bisa terpantau.

“Saya pribadi berharap, pemerintah bisa ijinkan tatap muka. Kita pihak sekolah mau untuk tatap muka, tetapi takut ditegur pemerintah,” tutupnya.

Sementara itu salah satu mahasiswa UKIM yang sedang melakukan kegiatan kampus mengajar di SD Inpres 48 Ambon, Kevin Lambiombir, mengatakan, perkembangan pengetahuan siswa menurun sejak Daring.

“Ada banyak siswa yang sudah di kelas besar tidak tahu membaca. Ini sangat disayangkan. Kebanyakan siswa disini, sangat antusias untuk belajar, namun terkendala dengan fasilitas dan kondisi,” jelasnya. (BKA-1)

Comment