by

Siswa Terus Dikontrol Belajar di Rumah

Ambon, BKA- Siswa-siswi hingga saat ini masih terus dikontrol oleh guru, agar tetap mengikuti proses belajar mengajar dari rumah. Demikian hal ini disampaikan Kepala SD Negeri 13 Ambon, Abdulah Waliulu, Senin (2/11).


Proses belajar terhadap anak-anak didik, katanya, disesuaikan dengan kemampuan siswa. Yang mana selain Daring, proses belajar juga dilakukan secara Luring. Sehingga guru terus didorong untuk maksimalkan pendampingan. Guna mengetahui situasi dan kondisi belajar anak di rumah secara baik.

“Memang kita belajar secara Daring, tapi karena anak-anak ini juga terbatas dengan kuota internet. Sehingga untuk sementara kita tidak belajar melalui aplikasi zoom, tapi menggunakan WhatsApp dan juga lewat sms. Ada juga yang offline, melalui buku paket yang sudah dibagikan oleh sekolah,” ujar Waliulu, Senin (2/11).

“Proses itu yang dimintakan kepada guru untuk control mereka. Kalau ada kendala bisa langsung memberikan jalan keluar. Jadi, control bisa lewat Daring tapi juga bisa datang langsung ke rumah siswa. Saya kira itu jauh lebih baik dibandingkan dengan yang lain,” sambungnya.

Selain mengontrol anak belajar di rumah, pendampingan atau pantauan guru ini juga dilakukan, untuk membantu orangtua menyelesaikan persoalan anak-anak selama belajar di rumah. Hal itu, katanya, penting untuk dilakukan, karena bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akibat orangtua jenuh mendampingi anak dalam belajar.

“Sehingga, sekalipun adanya berbagai kendala serta keterbatasan, saya terus dorong guru untuk kontrol proses belajar di rumah. Kalau ada persoalan, diharapkan bisa langsung selesaikan. Karena kasihan juga, anak-anak sudah lama belajar di rumah, jadi bisa saja orangtua jenuh dalam mendampingi mereka belajar. Bersyukur orangtua yang tidak bekerja. Tapi kalau bekerja, maka resikonya harus membagi waktu secara baik. Ini yang bisa memicu hal-hal yang tidak kita inginkan, kalau guru tidak membantu mendampingi siswa di rumah,” paparnya.

Ia berharap, secepatnya wabah Covid-19 ini berakhir, agar proses belajar kembali berjalan di sekolah. “Semoga mereka tetap sehat. Sampai kita kembali belajar di sekolah,” harapnya. (LAM)

Comment