by

Siswa Tidak Tertarik Belajar Rumah

Ambon, BKA- Program belajar dari Rumah yang disiarkan pada salah satu stasiun televisi nasional, kurang mendapat respon positif dari siswa.

Kepala SD Negeri 2 Latihan SPG Ambon, Rosina Hattu, mengungkapkan, siswa lebih memilih belajar dengan format pembelajaran dari sekolah, menggunakan aplikasi online atau ofline, maupun melalui buku-buku paket yang telah dibagikan.

“Bukan berarti bahwa program belajar di rumah lewat TV ini tidak baik. Karena yang namanya program dari pemerintah itu sudah pasti bermanfaat. Tapi yang rasakan manfaat itu kan siswa. Jadi mereka sampaikan sendiri kepada kita, kalau belajar di TVRI itu tidak menarik,” ungkap Hattu, Selasa (28/4).

Bukan hanya siswa, kata Hattu, para guru juga merasakan hal yang sama. Mereka menilai, sejak salah satu penyebab program tersebut kurang mendapat respon positif siswa, karena konten pembelajaran yang ditayangkan setiap hari tidak begitu menarik.

“Mereka lebih suka belajar memperagakan atau membuat ketrampilan sesuai dengan keinginan. Jadi pada akhirnya, mereka lebih suka belajar lewat buku. Karena di dalam buku, ada contoh-contoh pembuatan alat peraga yang bisa mereka buat sendiri,”tuturnya.

Menurut dia, sejak pemerintah memberlakukan belajar di rummah akibat pandemi Covid-19, pihaknya bersama orangtua selalu melakukan evaluasi terhadap perkembangan belajar anak.

“Jujur, anak-anak ini mulai merasa jenuh belajar di rumah. Karena itu, kita sudah sampaikan kepada orangtua, agar mereka belajar di buku Latihan Kerja Siswa (LKS), dan mengerjakan soal-soal latihan atau membuat alat peraga di buku tersendiri. Supaya Tuhan sayang kita masuk sekolah, guru bisa tahu perkembangan anak selama dia belajar di rumah,” pungkas Hattu.(LAM)

Comment