by

SKK Migas Sosialisasi Pelaksanaan Hulu Migas

Ambon, BKA- Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas melalui Kantor Perwakilan Wilayah Papua Maluku (Pamalu), menyelenggarakan sosialisasi peran dan dukungan pemangku kepentingan di daerah untuk pelaksanaan proyek strategis nasional kegiatan hulu migas.

Kepala Departmen Hubungan Masyarakat Kantor Perwakilan SKK Migas Pamalu, Galih Agusetiawan menyebutkan, sejak pertengahan bulan Maret 2021, SKK migas secara daring melakukan kegiatan hulu migas mengajar dengan tujuan memberikan bekal informasi terkini, dari kegiatan hulu migas yang akan terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

“Kami tidak berhenti pada kegiatan daring yang terus kami lakukan, SKK Migas Pamalu juga mulai melakukan rangkaian sosialisasi secara luring bersama para pihak stakeholder di Kota Saumlaki. Hal itu karena KKT telah dinyakatan zona hijau tanpa penyebaran Covid 19 oleh Satgas Covid Maluku,” sebut Gali, lewat rilisnya kepada koran ini, Rabu (14/4).

Dikatakan, dalam giat tersebut SKK Migas juga melibatkan beberapa tokoh pengajar yang merupakan Ketua STKIP Lelemuku Saumlaki, Olivir Srue dan Jurnalis senior & Pemred Darapos, Simon Lolonlun yang berada di Saumlaki. Untuk membantu membimbing beberapa pemuda-pemudi asal Tanimbar agar dapat menyiapkan wadah berkumpul P3K hulu migas, juga berbagi berbagai materi bimbingan yang dapat bermanfaat mengubah pola pikir menjadi positif dan optimis.
“Kami Juga berterima kasih kepada Kapolres Kepulauan Tanimbar yang mengundang SKK Migas Pamalu, untuk memberikan sosialisasi kepada para BABINKAMTIBMAS dan jajaran Polres Tanimbar (07/04), terhadap pentingnya peran dan dukungan Kepolisian Resort Tanimbar. Yang langsung berada di daerah rencana operasional hulu migas, untuk menjaga pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) yang nantinya menjadi Obyek Vital Nasional (OBVITNAS),” ungkapnya.
Lanjutnya, kegiatan yang juga penting dalam rangkaian sosialisasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, adalah menyampaikan informasi terkini kepada media jurnalis yang ada di Saumlaki.

“Kami tidak hanya mengundang seluruh jurnalis di Saumlaki secara luring, tetapi juga melalui perangkat daring. Sehingga para jurnalis dan mahasiswa yang ada di Kota Ambon dapat turut bergabung pada acara tersebut,” tuturnya.

Dari setiap topik pembahasan dan pertanyaan yang kerap diajukan oleh perserta di setiap rangkaian giat sosialisasi tersebut, mengerucut pada pembahasan peran serta pentingnya persetujuan Amdal. Sehingga nantinya dapat membuka gerbang proses perizinan dan pengadaan tanah untuk kegiatan pengembangan lapangan abadi dan informasi dari 12 keuntungan hadirnya kegiatan hulu migas di daerah, yang kerap disampaikan Kepala Perwakilan SKK Migas Pamalu, A. Rinto Pudyantoro.

“Terdapat tujuh dampak langsung, yaitu tanggung jawab sosial (TJS)/program pengembangan masyarakat industri hulu migas, corporate social responsibility (CSR), Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk daerah, Participating Interest (PI) 10 persen, pajak dan retribusi daerah (PDRD), PBB Migas, tenaga kerja lokal,” bebernya.
“Ada juga dampak tidak Langsung, yaitu bisnis penyedia barang dan jasa lokal, BUMD dan Badan Usaha (BU) lokal, penggunaan fasilitasi penunjang operasi oleh masyarakat, pasokan minyak bumi untuk BBM, pasokan gas untuk bahan bakar kelistrikan di daerah, dan industri turunan,” tambahnya. (BTA)

Comment