by

SLB Nania Fokus Bina Diri Siswa Tuna Grahita

Ambon, BKA- Selama masa pendemi Covid-19, siswa Tuna Grahita Sekolah Luar Biasa (SLB) Nania difokuskan pada belajar bina diri, berupa kemandirian dan rutinitas aktivitas di rumah.

Bina diri tersebut, ungkap Kepala SLB Nania, Endah Pertiwi, sama halnya dengan proses Pembeajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan oleh siswa lain.

Memang prosesnya berbeda. Kalau siswa umum maupun siswa penyandang tuna lainnya, bisa belajar sesuai materi yang ada, baik secara Daring maupun Luring. Namun untuk siswa Tuna Grahita, hal itu tidak bisa dilakukan. Mereka mesti belajar sesuai dengan kemampuannya. Sehingga perlu proses belajar khusus.

“Jadi sejak PJJ dilakukan 3 bulan lalu, kita sudah lakukan belajar bina diri khusus untuk anak Tuna Grahita. Dan di tahun ajaran baru ini, juga kita lakukan hal yang sama. Yang paling utama melatih kemandirian diri mereka. Setiap hari anak-anak didampingi orangtua untuk melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuan mereka,” ungkap Pertiwi, Kamis (6/8)

Sedangkan bagi siswa tuna rungu, diajari apapun bisa. Karena itu, proses belajarnya dilakukan secara Daring dan Luring. “Selain Daring dan Luring, ada juga kunjungan dan pendampingan dari guru di rumah. Kalau yang Tuna Grahita memang dikhususkan untuk pembelajaran program khusus (bina diri). Karena kemampuan mereka berbeda dengan Tuna Rungu. Itu yang masih tetap kita lakukan sejak bulan Maret lalu. Tidak bisa kita merubah itu, karena memang itu yang bisa menjawab kebutuhan mereka selama berada di rumah,” ulasnya.

Dikatakannya, bina diri sangat penting bagi anak penyandang Tuna Grahita, agar belajar untuk menjaga dan merawat dirinya sendiri.

“Memang bagi anak secara umum, merapikan tempat tidur, mencuci piring, menggosok gigi, dan sebagainnya, itu sudah menjadi mudah. Namun bagi anak penyandang Tuna Grahita yang mengalami hambatan dalam intelektual, ini sangatlah penting. Sebab tidak semua anak bisa melakukan akitivitas mendasar seperti itu. Ini yang harus diajarakan dalam bina diri itu. Jadi sangat dibutuhkan pendampingan orangtua di rumah, karena memang guru terbatas dengan situasi seperti ini,” pungkasnya. (LAM)

Comment