by

SMA/SMK di MBD Masih Butuh Banyak Guru

Ambon, BKA- Saat ini, SMA/SMK di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) masih kekurangan guru, terutama untuk mata pelajaran tertentu. Sehingga masih membutuhkan penambahan banyak guru.

Kepala Cabang (Kacab) Pendidikan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Veky Hematang, mengatakan, berdasarkan hasil analisis guru mata pelajaran, ditemukan ada beberapa mata pelajaran yang sampai saat ini belum ada tenaga pengajarnya.

Sebab itu, lewat seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan dilakukan tahun ini, dia berharap kebutuhan guru SMA/SMK di kabupaten itu dapat terpenuhi.

“Kita sudah buat analisis, dan fokusnya bukan ke kebutuhan guru di satu sekolah, tapi kebutuhan guru per mata pelajaran. Hasil analisis, memang kita punya guru yang sudah lengkap itu guru agama. Kan di MBD ada 30 sekolah. 21 SMA, SMK 9. Dan kita punya guru agama juga 30 orang. Jadi kalau disesuaikan, tidak perlu ada guru kontrak untuk guru agama, karena kebutuhan gurunya sudah terpenuhi. Yang kekurangan guru itu ada di mapel PJOK, Geografi, Sosiologi, Matematika, dan Kimia. Matematika, kita punya 15 saja. Itu berarti masing kurang 15 lagi, karena sekolah ada 30. Kita sudah serahkan hasilnya ke dinas (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Provinsi Maluku untuk selanjutkan diusulkan ke pusat. Jadi kita berharap, PPPK yang akan dibuka dalam waktu dekat ini, bisa jawab kebutuhan guru MBD,” ucap Hematang, Rabu (6/1).

Sebagai anak daerah, dirinya merasa terpanggil untuk benahi mutu pendidikan di MBD. Namun dia juga memiliki keterbatasan.

Sebagai Kacab Pendidikan Kabupaten MBD, dirinya tidak punya kewenangan untuk mengusulkan kuota PNS maupun PPPK ke pemerintah pusat.

Dia hanya bertugas menganalisis kebutuhan pendidikan, untuk selanjutnya diusulkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku untuk ditindaklanjuti.

“Kita berdoa saja. Semoga apa yang diharapkan bisa tercapai, dalam rangka memperbaiki mutu pendidikan di MBD. Apalagi kita sebagai anak daerah, tentu akan terus berupaya memberikan yang terbaik,” pungkas Hematang. (LAM)

Comment