by

SMASKRIS Gelar Pembobotan Pembelajaran Daring

Ambon, BKA- Memasuki semester genap tahun pelajaran 2020/2021, guru SMA Swasta Kristen (SMASKRIS) Ambon kembali diboboti dengan sejumlah materi tentang pembelajaran daring.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari tersebut, 7 sampai 9 Januari lalu, bertujuan agar para guru dapat meningkatkan kemampuannya dalam proses pembelajaran Daring.

Selama tiga hari tersebut, guru pada sekolah milik Yayasan Pendidikan Kristen Protestan Maluku (YPKPM) diboboti lagi tentang penggunaan aplikasi Google Suita For Education (GSE).

“Jadi sebelum kita memulai pembelajaran Daring di semester genap ini, guru-guru diboboti agar lebih kreatif lagi selama pembelajaran Daring. Pembobotan kita lakukan lewat penyegaran aplikasi GSE. Dimana selama tiga hari, berbagai hal telah dilakukan oleh para guru. Salah satunya, perwakilan masing-masing mata pelajaran diberikan kesempatan mendemonstrasikan hasil kerja kelompok untuk membuat blok mini dari aplikasi GSE. Puji Tuhan, prosesnya sangat seru, karena semuanya mendesign dengan sangat kreatif,” ucap Kepala SMASKRIS Ambon, E. Laturiuw, Sabtu (9/1).


Selain penyegaran aplikasi GSE untuk proses belajar mengajar, lanjut Laturiuw, para guru juga diperkenalkan dengan aplikasi quizizz, yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran maupun penilaian. Sehingga guru dituntut untuk membuat akun, membuat soalsirklus siswa hingga melihat hasil.

Dengan penggunakan aplikasi itu, katanya, akan sangat membantu siswa maupun guru dalam proses penilaian. Pasalnya, dalam penggunaannya, prosesnya terstruktur mulai dari penilaian hingga proses evaluasi hasil belajar. Sehingga bukan saja proses belajar yang dilakukan secara Daring, tapi juga penilaian dan evaluasi hasil belajar.

“Aaplikasi itu dapat membantu. Dimana, setelah selesai memberikan quis ulangan harian atau tugas, nilainya langsung di-download. jadi tidak menunggu atau harus menginput satu-persatu. Jadi, tinggal
para guru membuat soal, men-setting waktu dan membagikannya kepada siswa dalam layar virtual Google Meet. Selanjutnya, guru tinggal pantau langsung saat saat siswa sementara kerjakan soal. Itu yang kita upayakan di semester genap ini, guru sudah mulai dengan aplikasi tersebut. Saya terus ajak para guru, untuk mari kita buat perubahan agar pembelajaran daring kita di semester ini tidak lagi monoton, melainkan sudah bervariasi. Kita berdoa, agar kita tetap semangat, kreatif, inovatif serta berkolaborasi bersama jemput perubahan yang ada.”tutup Laturiuw. (LAM)

Comment