by

SMPN 2 Ambon Ditunjuk Sebagai Pilot Plotting

beritakotaambon.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Dinas Pendidikan, menunjuk SMP Negeri 2 sebagai pilot plotting atau sekolah pertama yang menjadi contoh dalam pelaksanaan metode Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Persyaratan pertama untuk SMP di Ibukota Provinsi Maluku ini bisa menerapkan PTM, yakni mengharuskan guru dan siswa divaksin hingga 80 persen. Dan SMP Negeri 2 sudah memenuhi persyaratan itu.

Selain vaksin 80 persen, sarana sekolah dalam pelaksanaan PTM juga harus dipenuhi untuk mencegah kluster baru penyebaran Covid-19. Seperti diantaranya tempat cuci tangan yang harus disiapkan pihak sekolah.

Baca juga: Polnam Siap Dukung Pariwisata Maluku

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, John Sanders menyebutkan, terkait PTM telah dilakukan komunikasi dan terpenuhi vaksinasi 80 persen. Ada dua SMP, yaitu SMP Santo Yakobus dan SMP 2 Ambon.

Sehingga pihaknya sementara mempercepat agar SMP Negeri 2 yang ditunjuk sebagai pilot plotting, guna melakuka simulasi metode PTM antar guru dan siswa di sekolah.

“Kita akan percepat agar sekolah yang memenuhi syarat dan ketentuan untuk pembelajaran tatap muka lakukan simulasi. Dan dinas akan turun pantau kesiapannya,” tandas Sanders, Selasa (12/10).

Menurut dia, bukan saja dari Dinas Pendidikan Kota Ambon, tetapi pantauan juga dilakukan tim Satgas Covid-19 di SMP Negeri 2 terkait kesiapan sekolah dalam menyambut metode PTM.

Terpisah, Kepala SMP Negeri 2 Ambon, Gani Suat menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya itu ditunjuk sebagai pilot plotting. Karena dari 700 siswa dan 60 guru telah tervaksinasi Covid-19.

Baca juga:
Program “Bergerak Dari Timur” Dapat Banyak Antusias

Sambung dia, hanya tersisa dua guru yang belum dapat divaksin lantaran sakit. “Kurang 2 guru yang belum divaksin karena mengalami sakit permanen, sehingga tidak bisa divaksin,” sebutnya.

Dijelaskan, sesuai permintaan dan petunjuk walikota dan maupun dinas pendidikan, sudah diarahkan agar sekolahnya sebagai pilot ploting. Sehingga minggu depan tim akan turun memantau kesiapan sekolah.

Dan jika metode PTM sudah diterapkan, sambung Gani, maka satu kelas hanya diisi 15 siswa. Dan akan dirancang untuk pembagian shift.

“Sebab secara rasio, kalau sebelum pandemi ini di kelas itu belajar sebanyak 32 siswa. Untuk penerapan protokol kesehatan, pihak sekolah sudah siapkan semua secara umum. Misalnya cuci tangan dan lainnya sudah siapkan. Tinggal kita rancang persiapan PTM di kelas,” pungkasnya. (IAN)

Baca juga: Pencari Kerja di Ambon Tembus 5.000 Orang

Comment