by

SMS: Bursel Butuh Pimpinan Yang Punya Hati

Ambon, BKA- Calon Bupati (Cabup) Buru Selatan (Bursel) Nomor Urut 03, Safitri Malik Soulissa (SMS), menegaskan, kabupaten tersebut membutuhkan sosok pimpinan yang punya hati dalam menjalankan roda pemerintahan. Bukan penebar hoaks atau berita bohong dan suka mengadudomba masyarakat.

“Siapa saja punya hak yang sama untuk menjadi pemimpin di kabupaten ini. Tapi seorang pimpinan yang punya hati. Bukan pemimpin yang suka menebar hoaks atau berita bohong, dan adudomba masyarakat satu dengan yang lain, demi untuk mencapai kepentingan dan tujuannya semata. Tidak seperti itu. Tapi pimpinan yang selalu ada untuk rakyat,” tegas SMS, dalam setiap orasi politik saat berkampanye di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Bursel.

Bahkan dalam setiap kali berorasi di panggung kampanye, istri Bupati Bursel dua priode, Tagop Sudarsono Soulisa, yang berpasangan dengan Gerson Eliaser Selsily (GES) selaku calon wakil bupati, dengan lantang mengatakan, masyarakat Bursel saat ini membutuhkan pemimpin yang punya hati dan perasaan, untuk mempersatukan semua masyarakat dari berbagai golongan dan agama. Bukan pemimpin yang melakukan pembodohan dan menebarkan hoaks.

Jika ada calon pemimpin yang melakukan hal-hal seperti itu, yang suka menyampaikan hoax atau berita bohong dan adudomba, maka masyarakat yang nantinya menjadi korban saat calon pemimpin itu terpilih sebagai pemimpin.

“Sebab yang mereka lakukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok saja, dengan mengorbankan masyarakat. Terbukti, mereka hanya datang tunjuk muka di kabupaten ini dalam lima tahun sekali, tepatnya untuk kepentingan sesaat atau kepentingan Pilkada saja,” ujar Safitri.

Sebagai seorang perempuan, kata Safitri, dirinya maju sebagai calon bupati karena didukung oleh aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, dia mempunyai visi dan misi untuk kemajuan Kabupaten Bursel kedepan.

“Jadi, tidak ada aturan yang melarang seorang perempuan mencalonkan diri sebagai calon bupati atau walikota, gubernur bahkan presiden sekalipun. Sehingga beta (saya) bisa katakan, isu yang paslon lain bilang ke masyarakat, bahwa ibu Safitri itu tidak bisa mecalonkan diri sebagai bupati di negeri ini, karena ibu Safiri itu perempuan. Perempuan tidak layak pimpin negeri ini. Itu hanya hoaks atau berita bohong dan pembodohan, yang tidak perlu didengar atau diikuti. Dan lewat panggung kampanye ini, saya mengajak semua masyarakat untuk memilih calon yang tepat,” pungkasnya. (RHM)

Comment