by

SNI Dapat Ditingkatkan PAD Maluku

Rencana Pemerintah Provinsi Maluku untuk menandatangani MoU dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN), mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Maluku.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Amir Rumra, mengatakan, jika produk lokal Maluku sudah bisa menggunakan label Standar Nasional Indonesia (SNI), maka akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selama ini, berbagai produk ekspor Maluku kebanyakan belum menggunakan label SNI. Masih menggunakan label Surabaya, Bitung dan daerah lainnya. Sehingga nilai produknya lebih rendah bila dibanding menggunakan label SNI.

Untuk itu, langkah Pemprov Maluku untuk melakukan MoU dengan BSN dalam senirgitas pengembangan, pembinaan dan penerapan label, kata Rumra, merupakan langkah strategis yang patut didukung.

“Kita baru terima surat, dan hari ini (kemarin) baru dilakukan rapat perdana. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan rapat bersama-sama OPD terkait, karena batas waktunya hanya sampai tanggal 17 Juli, dilakukannya nota kesepakatan antara Pemda Maluku dengan BSN,” jelasnya, Kamis (8/7).

Menurutnya, lewat kesepakatan yang dibuat tersebut akan ada nilai plus bagi Maluku. Baik yang menyangkut dengan pelayanan publik maupun produk lokal Maluku.

“Ujung-ujungnya dengan adanya MoU, maka secara langsung label SNI meningkatkan daya saing dan mutu pruduk. Sehingga hasil Maluku tidak lagi menggunakan label Surabaya, Bitung dan lainnya. Harga jualnya tentu akan naik dari sebelumnya,”ujarnya.

Sebagai contoh, kata Rumra, selama ini produk ikan Maluku diekspor menggunakan label daerah lain. Sehingga itu merugikan Maluku. Tapi kalau menggunakan label SNI, tentunya nilainya berbbeda, dan secara tidak langsung dapat meningkatkan PAD.

Bukan hanya pada sektor perikanan, katanya, tapi juga untuk komoditi lain, misalnya, rempah-rempah, seperti pala dan cengkih, termasuk minyak kayu putih. Semuanya akan menggunakan label SNI.

“Itu nanti, dengan adanya BSN, semua produk Maluku akan berlebel SNI, sesuai dengan standarnya masing-masing,” pungkasnya. (RHM)

Comment