by

Soal IPST Walikota: Kalau Tidak Paham, Jangan Komentar

Ambon, BKA- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon saat ini tengah berupaya untuk menyelesaikan persoalan lahan Istalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST), dengan pihak keluarga pemilik lahan.

Untuk itu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, berharap, jangan ada opini liar yang berkembang ditengah masyarakat, sehingga dapat memperkeruh berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkot Ambon dengan pihak pemilik lahan.

“Kalau yang tidak paham, sebaiknya jangan memberikan komentar. Karena kalau komentar kepentingan, itu bisa provokatif. Saya pahami betul aturan itu bagaimana,” tegas Louhenapessy, kepada wartawan, pekan kemarin.

Menurut walikota, Pemkot Ambon sudah berupaya untuk melakukan ganti rugi lahan IPST yang berada di Dusun Toisapu, Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon.

Namun, upaya tersebut harus dilakukan sesuai mekanisme yang proporsional dan normatif. Bahkan pada 21 Oktober lalu, dirinya sudah bertemu dengan kuasa hukum pemilik lahan IPST beserta keluarga, untuk menjelaskan persoalan tersebut.

Dari hasil pertemuan tersebut, menurut walikota, pihak keluarga pemilik lahan sudah memahami upaya Pemkot Ambon, yang berusaha untuk menyelesaikan masalah itu.

“Saya sudah tugaskan saya punya Kepala Keuangan, Bappeda, untuk konsultasi dengan Pemerintah Pusat. Dan itu sudah. Kementerian Dalam Negeri, Ok, tidak ada masalah, untuk mengakomodir ganti rugi kepada hak-hak atas tanah itu (IPST),” terangnya.

Hanya saja menurut dia, Kementerian Dalam Negeri RI, meminta dalam proses ganti rugi lahan tersebut, harus berpedoman terhadap aturan-aturan yang berlaku.

“Kalau lahan tersebut statusnya itu hutan lindung, bisa ijin pakai saja, atau berupa usul perubahan status hutan lindung itu menjadi hutan penggunaan lain. Dan ini sudah dijelaskan ke semua keluarga waktu itu. Dan mereka sudah pahami, termasuk kuasa hukum, ” jelasnya.

Karena itu, dia meminta, untuk bagi yang tidak memahami persoalan yang terjadi, agar tidak berkomentar. Karenai bisa saja memperuncing masalah, yang tengah diselesaikan bersama. (BKA-1).

Comment