by

Soal Survei Belajar Tatap Muka, Disdik Perlu Koordinasi Dengan Diskominfo

Ambon, BKA- Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Ambon, Merry Mairuhu, mengatakan, terkait proses survei belajar tatap muka, pihaknya perlu melakukan koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Ambon.

Sebab survei yang dilakukan terhadap orangtua itu, bukan kebijakan Disdik Kota Ambon, melainkan kebijakan Diskominfo Kota Ambon. Sehingga dia sendiri tidak mengetahui teknis pelaksanaan survei tersebut.

“Memang survei Itu lewat link, tapi saya belum konfirmasi dengan pihak Diskominfo. Jadi nanti saya cek dulu. Karena itu mereka punya kegiatan, jadi mereka nanti survei sendiri. Mungkin sudah konfirmasi dengan pak kepala dinas, tapi untuk saya, teknisnya saya belum tahu,” ucap Mairuhu, Kamis (14/1).

Menurutnya, semestinya pihak Kominfo membangun koordinasi atau bahkan melibatkan pihak Disdik, dalam proses survei itu. Pasalnya, yang mengetahui soal perkembangan pendidikan secara detail di tingkat sekolah, hanya pihak Disdik.

“Kalau memang sudah ada survei terkait hal itu, maka dinas harus terlibat disana. Karena datanya kan nantinya ke dinas. Sebab yang punya data ini hanya orang Disdik. Sehingga tidak mungkin dinas tidak turut terlibat dalam proses itu. Jadi akan saya konfirmasi dulu untuk cek teknis pelaksanaannya,” terang Mairuhu.

Menurutnya, hasil survei tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu pihak Dinas Pendidikan, dalam mempertimbangkan dilakukannya belajar tatap muka.

Dengan demikian, katanya, proses pelaksanaan survei perlu dilakukan secara maksimal, guna menghasilkan hasil yang sesuai dengan diharapkan.

“Kalau sudah ada datanya, kita akan padukan degan beberapa hasil survei. Jadi soal kegiatan survei ini, akan kita atur secara baik, agar bisa berjalan dengan baik. Sebab awalnya saya tidak tahu. Nanti setelah saya diberitahu, baru saya kroscek ternyata survei ini dari Kominfo. Katanya kerja sama dengan dinas,” pungkasnya

Sementara sambil menunggu hasil survei, kata Mairuhu, saat ini proses belajar mengajar tetap dilakukan secara Daring maupun Luring, sebagaimana yang sudah diputuskan dalam peraturan walikota (perwali).

“Jadi belum ada peluang untuk belajar tatap muka, karena perwali nomor 420 sudah keluar tanggal 6 Januari 2021,” tutup Mairuhu. (LAM)

Comment