by

Soal Tersangka PLTMG Namlea Sapulette : Jaksa Belum Masuk ke Situ

Ambon, BKA- Meski terlihat Marathon penyidikan kasus dugaan korupsi penjualan lahan untuk kantor PLTMG Namlea di Kabupaten Buru, penyidik Kejati Maluku tidak mau buru-buru dalam mengambil kesimpulan terkait penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan uang negara mencapai Rp.6 miliar lebih ini.

Kasi Penkum Kejati Maluku Samy Sapulette kepada koran ini mengatakan, sampai kini penyidik Kejati Maluku belum mau masuk untuk menggelar ekspos penetapan tersangka dalam kasus ini, sebab, agenda pemeriksaan saksi-saksi hingga kini masih berlangsung.

“Kalau tersangkanya kita belum mau masuk ke situ, ikuti saja proses penyidikan berlangsung,” ungkap Sapulette,di ruang kerjanya, Senin (26/10) lalu.

Juru bicara Kajati Maluku itu mengatakan, sejauh ini untuk agenda pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik baru sebatas pemeriksaan saksi-saksi terkait. “Jadi penyidikannya masih pemeriksaan saksi-saksi. Dan hari ini, Dua dari kantor BPN digarap, mereka masing-masing M.T dan E.T,” beber Sapulette.

Kata dia, Saksi M.T diperiksa dari pukul 9.10 WIT sampai pukul 10 .45 WIT, dengan 12 pertanyaan. Sedangkan saksi S.T. diperiksa, pukul 11 sampai 12.30 wit sekitar 12 pertanyaan.”Jadi keduanya diperiksa terpisah oleh tim penyidik,” katanya.

Sapulette mengaku, dengan dua orang saksi yang digarap tersebut, maka total saksi yang diperiksa tim penyidik berjumlah 20 saksi.

“Di tambah hari ini,maka total sudah 20 saksi yang diperiksa. Jadi ikuti saja proses penyidikan yang berlangsung,” tandas Sapulette.

Sebelumnya diberitakan koran ini, tim penyidik pidsus Kejati Maluku marathon dalam mengungkap keterlibatan Fery Tanaya di kasus dugaan korupsi proyek penjualan lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Namlea, Kabupaten Buru.

Bahkan, sejak kasus ini diterbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru dengan nomor Print-04/Q.1/Fd.2/09/2020, tanggal 25 September 2020, jaksa telah menggarap belasan saksi dalam perkara ini. Ditambah lagi dengan Senin, (5/10) hari ini (kemarin), penyidik kembali memeriksa dua saksi dari unsur pensiunan pengawai Pertanahan Kabupaten Buru.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada Koran ini mengatakan, dua saksi yang digarap inisial FL dan ET, keduanya merupakan pensiunan pegawai Pertanahan.

“Kedua saksi itu merupakan pensiunan pegawai pertanahan, pemeriksaan ini untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan tipikor proyek pembelian lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Namlea, Kabupaten Buru,” ungkap Sapulette, Senin, (5/10).

Jaksa Dengan Dua Bunga melati dipundak itu melanjutkan, untuk kedua saksi diperiksa sejak pukul 11.20 sampai dengan 13.45 WIT. Mereka diperiksa oleh penyidik Ye Oceng Almahdali dan Novi Tatipikalawan.

“Kedua saksi diperiksa secara terpisah oleh kedua penyidik masing-masing,” jelas Sapulette,melalui pesan selulernya, Senin, (5/10).

Untuk diketahui,perkara ini masih terus digali tim penyidik Kejati Maluku, pasca Kejati Maluku kalah dalam sidang praperadilan Fery Tanaya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.(SAD)

Comment