by

Sopir Angkot Dilarang Naikan Tariff

beritakotaambon.com – Seluruh sopir angkot di Kota Ambon, dilarang menaikan tarif angkutan melebihi besaran tarif yang nantinya ditetapkan pemerintah kota. Sebab, kenaikan tarif angkutan umum akan disesuaikan dengan rencana penghapusan BBM subsidi jenis Premium pada 7 September pekan depan.

Masyarakat bahkan diminta untuk melapor, jika ada sopir angkot yang nakal atau sengaja menaikan harga tariff penetapan tarif baru.

“Masyarakat lapor ke kami kalau sopir naikan harga angkot sesukanya,” tegas Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, kepada wartawan, Selasa (31/8).

Kata Richard, jika memang ada laporan masyarakat tentang sopir nakal yang semena-mena naikan harga angkot, maka ijin trayeknya akan ditinjau.

“Kalau hanya naik 300 atau 400 rupiah itu tidak terlalu berat. Kecuali kalau kita naikan harga angkot sampai 5.000 atau 7.000 yang pasti warga rasa berat,” sebutnya.

Baca juga: 941 Nakes Telah Disuntik Vaksin Tahap III

Dia menjelaskan, semua hal menyangkut beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 akan dilihat secara baik. Dan pemerintah kota tidak sembarangan mengambil keputusan.

“Jadi semua ini sudah kami pertimbangkan. Supaya masyarakat tidak merasa terbeban di kondisi sekarang. Perubahan harga angkot, waktu dekat diumumkan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumya, Kepala Dishub Kota Ambon, Robby Sapulette menegaskan, pihaknya akan segera melaunching tarif angkutan umum baru pada 7 September 2021. Hal ini disampaikan usai melakukan rapat bersama dengan puluhan perwakilan sopir angkot yang melakukan aksi mogok beberapa waktu lalu.

Menurut Roby, sesuai kebijakan Pemerintah Pusat meniadakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, maka tarif angkot di Ambon akan dinaikan. Lantaran seluruh angkot nantinya akan menggunakan BBM jenis Pertalite khusus (PLK) yang harganya melebihi premium. Sehingga tarif angkot perlu dinaikan sesuai permintaan para sopir angkot.

” Tanggal 7 September ada launching. Launching itu antara lain tentang kenaikan tarif Angkot. Seusai kebijakan nasional, premium sudah tidak lagi digunakan. Berkaitan juga dengan konsep langit biru dari Pertamina maupun Kementerian,” sebut Robby belum lama ini.

Baca juga: Disdikbud Persiapkan BTM, Kota Ambon Tergantung Satgas

Hal ini, lanjut Robby sudah pernah dibahas dengan PT Pertamina, dan meminta agar premium bisa tetap digunakan hingga Desember 2021. Sayangnya, permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi karena kebijakan tersebut telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Dengan begitu otomatis kita akan lakukan penyesuaian tarif Angkot. Pengemudi Angkot sabar. Karena September tarif akan disesuaikan dengan harga Pertalite. Kita pahami betul apa yang dirasakan supir angkot. Tapi kita di daerah hanya menyesuaikan apa yang menjadi kepusan pemerintah pusat,” tutup Robby. (IAN)

Comment