by

SPBU Lateri Jual Premiun Pakai Jerigen

Ambon, BKA- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di kawasan Lateri, Kota Ambon, ketangkap menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premiun kepada konsumen yang menggunakan jerigen.

Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mencapai 100 jerigen dengan ukuran bervariasi, antara jerigen ukuran 25 liter hingga 30 liter.
Padahal aktivitas penjualan BBM jenis premiun terhadap konsumen yang menggunakan jerigen, jelas-jelas dilarang karena bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.
Perbuatan yang dilakoni pihak SPBU Lateri tersebut ditangkap langsung oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon, saat melakukan operasi yustisi pada Kamis (25/2) malam, sekitar pukul 24.00 WIT.

Awalnya, tim Satgas Covid-19 Kota Ambon sudah menaruh curiga terhadap SPBU tersebut yang tetap beroperasi diatas pukul 23.00 WIT, padahal itu sudah melanggar Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 25 tentang penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19, dimasa Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi yang berlaku saat ini.
Saat dihampiri oleh tim Satgas Covid-19 Kota Ambon, ternyata petugas SPBU itu tentgah mengisi BBM jenis premiun pada 100 jerigen.

“Sanksi kepada SPBU Lateri itu, sesuai kebijakan dalam Peraturan Walikota. Dengan sanksi administrasi. Itu bisa denda sampai 50 puluhan juta, ” ungkap Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay, kepada BeritaKota Ambon, Jumat (26/2).
SPBU Lateri itu, kata Richard, sudah menjadi incaran Satgas Covid-19 sejak penerapan operasi yustisi malam hari. “Ini sebagai bentuk kalau Satgas melakukan tindakan tidak memandang bulu. Siapapun dia, salah tetap kami tindak sesuai Perwali,” tegasnya.

Sambung dia, apabila kedapatan untuk kedua kalinya, melakukan kesalahan yang sama, maka Pemerintah Kota (Pemkot) akan mencabut ijin usaha SPBU Lateri. Sehingga tidak dapat beroperasi. “Kedapatan kedua dan ke tiga kalinya, pasti akan diberikan sanksi penutupan usaha,” terangnya.

Penindakan ini, jelas Richard, dapat menjadi contoh kepada pelaku usaha yang sementara beroperasi di Kota Ambon. Karena Satgas tidak segan-segan untuk berikan tindakan tegas, apabila kedapatan melanggar aturan yang telah ditetapkan.
“Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh. Oleh karena itu, perbuatan yang dilakukan SPBU Lateri itu tidak boleh ditiru pelaku usaha lain. Apabila kedapatan, kami tetap berikan sanksi sesuai Perwali. Ini menjadi catatan untuk semua warga Kota Ambon,” sebutnya.

Tambah dia, sementara barang bukti berupa Jerigen tengah diamankan di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kota Ambon. “Barang bukti diamankan di Satuan Polisi Pamong Praja. Harapan kami perbuatan ini tidak diulangi lagi,” tandasnya. (IAN)

Comment