by

SPDP Ayah Setubuhi Anak Kandung Masuk Jaksa

Ambon, BKA- Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), tersangka AT, ayah pemerkosa anak kandung dibawa ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon.

Dengan di kirimnya SPDP untuk perkara tersebut, kini penyidik pada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau- pulau Lease gencar melakukan perampungan berkas sekaligus pemeriksaan saksi-saksi terkait untuk proses tahap I ke JPU.

“Untuk perkara ayah bejat yang menyetubuhi anak kandung, SPDP kita sudah kirim ke JPU,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Mido J. Manik kepada wartawan, Minggu kemarin.

Menurut Kasat, saat ini berkas disiapkan untuk dilakukan tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon. “Belum limpah. Masih siapkan berkasnya. Nantinya kalau sudah tahap I akan kami sampaikan,” jelas Kasat.

Untuk diketahui, Warga Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, AT itu terancam 15 tahun penjara, karena tega memperkosa anak kandungnya hingga hamil.

AT dijerat melanggar Pasal 81 ayat (1) (2) UU No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon, AKP Mido J Manik menje­las­kan, perbuatan bejat AT terung­kap setelah ibu korban mengeta­hui anaknya sementara berbadan dua, hasil perbuatan biadap sang ayah.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, ibu korban melapor ke Polresta Pulau Ambon pada, Kamis (12/11). Atas laporan itu pada Jumat (13/11), anggota Satreskrim bergerak dan mengamankan tersangka di kediamannya.

“Dari hasil pemeriksaan diketahui, tersangka telah memperkosa korban berkali-kali. Pertama kali terjadi pada bulan Februari 2020 dan terakhir kalinya terjadi pada 13 Juli 2020,” kata Kasat. Kepada wartawan, Senin (16/11).

Menurut Kasat, kejadian bermula sekitar bulan Desember 2019 tersangka mengajak korban untuk tinggal bersama di rumah tersangka. Saat itu Korban sama sekali tidak curigai, karena tersangka merupakan ayah kandung korban.

Namun setelah tinggal bersama selama beberapa bulan, tepatnya pada bulan Februari, tersangka baru menunjukan sikap bejatnya.

“Saat itu tersangka datang dengan kondisi mabuk dan langsung memeluk korban dari arah belakang. Tersangka juga ajak korban untuk berhubungan badan, namun korban menolak, tapi tersangka tetap memaksa korban hingga korban tidak berdaya,” beber Kasat.

Penolakan korban lantas tidak membuat tersangka gentar, tersangka yang sudah dirasuki nafsu lalu memaksa korban dan mendorong korban hingga terjatuh. Kondisi Korban yang tidak berdaya dimanfaatkan tersangka untuk melancarkan perbuatan bejadnya dengan memperkosa korban.

Hal serupa terjadi pada 13 Juli lalu, lagi-lagi tersangka yang dibawah pengaruh miras mendatangi korban yang sementara tertidur dan memperkosanya.

Kejadian tersebut terungkap, setalah ibu korban menyadari kondisi korban yang sudah berbadan dua dengan usia kehamilan sekitar 5 bulan.

Setelah ditanya siapa pelakunya, korban akhirnya menceritakan semua perbuatan bejat sang ayah kepada Ibunya. Tidak terima ibu korban akhirnya melapor ke polisi untuk proses hukum. (SAD)

Comment