by

Sri Mulyani Sebut Penanganan Covid Tentukan Arah Ekonomi 2021

Jakarta, BKA- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan akan berada di kisaran 4,9-5,5 persen. Namun hal tersebut bergantung pada pengendalian covid-19 di dalam negeri.

“Saya sudah sampaikan, 4,5-5,5 memang tergantung penanganan Covid. Kalau Covid-19 masih merajalela, skenario itu akan tertahan atau terancam,” ujarnya kepada Komite IV dan Tim Anggaran Komite Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Rabu (9/9).

Sri Mulyani optimistis perekonomian Indonesia juga tidak akan berada pada teritori negatif pada tahun depan. Hal itu lantaran ekonomi Indonesia tahun ini sudah terkontraksi cukup dalam.
Artinya jika tahun depan produk domestik bruto sama dengan tahun 2019 artinya perekonomian Indonesia sudah tumbuh 5 persen.

“Mendekati nol saja atau seperti 2019, ga tumbuh, maka ini sudah naik 5 persen. Karena kita turun (2020) terus naik 5 persen, berarti sudah mendekati level sama seperti 2019 saja, itu sudah dianggap seperti 5 persen dari basis bawah,” imbuhnya.

Outlook Indonesia 2020 sendiri telah direvisi lebih rendah dari perkiraan awal minus 0,4 hingga 2,3 persen menjadi minus 1,1 persen hingga 0,2 persen. Kendati demikian, pemerintah tetap mengupayakan agar kuartal ketiga dan keempat terjadi pemulihan secara bertahap.

“Meskipun tetap dibayangi ketidakpastian akibat covid-19 kita berharap tahun 2021 proyeksi akan pada tingkat pertumbuhan 4,5 hingga 5,5 persen,” pungkasnya. (INT)

Comment