by

Status ASN Tersangka Kasus Taman Kota Masih Didalami

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menetapkan, dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) serta seorang CPNS dilingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), sebagai tersangka dugaan korupsi proyek Taman Kota di Saumlaki.

Ketiganya, yakni, AS yang merupakan mantan Kepala Dinas PU Pemkab Kepulauan Tanimbar, WF selaku PPK, serta FYP selaku pengawas lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, mengatakan, sebagai pejabat pembina kepegawaian, dirinya sangat menghargai dan menghormati proses penyidikan yang sementara berjalan.

Sehubungan dengan status ASN ketiga tersangka, terang Fatlolon, tentu ada mekanisme yang mengatur. “Sebagai pejabat pembina kepegawai, kita tidak abaikan itu. Kita ada proses, dan tunggu waktunya saja,” katanya, Selasa (15/6).

Menurut Fatlolon, ada aturan-aturan kepegawaian tentang PNS yang sangat mengikat. Sehingga dia tidak dapat mengambil tindakan begitu saja. Semua harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Terpisah, Penjabat Sekretariat Daerah (Sekda) KKT, Ruben Muriolkossu, mengungkapkan, masih menunggu surat resmi penetapan tersangka terhadap dua orang ASN dan satu CPNS tersebut.

Surat penetapan tersangka dari kejaksaan tersebut, katanya, dibutuhkan untuk melakukan langkah selanjutnya, terkait dengan penataan birokrasi. Terutama untuk pengisian jabatan, pasca kejaksaan menetapkan mereka sebagai tersangka.

Sementara itu, terhitung dua hari sejak 14 dan 15 Juni kemarin, 10 saksi diperiksa tim penyidik di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Saumlaki.

10 saksi yang diperiksa tersebut sebagian besar merupakan ASN dilingkup Pemkab Kepulauan Tanimbar. Mereka diduga sebagai pihak yang berkaitan erat dengan kasus Taman Kota tersebut. Diantaranya, PS selaku mantan Ketua Pokja ULP, M sebagai pengawas, V dan AM sebagai pegawai ULP, Y selaku eks bendahara Dinas PU, serta FM selaku pegawai Cipta Karya.(BTA)

Comment