by

Status Tersangka Oddie Orno Dicabut

beritakotaambon.com – Hakim Pengadilan Negeri Ambon mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan mantan Kadis Perhubungan Kabupaten MBD, Desianus Orno alias Odi Orno, pada persidangan Senin (30/8).

Dalam sidang putusan Praperadilan itu, hakim tunggal Lucky R. Kalalo, menyatakan, penyidikan kasus dugaan korupsi yang dilakukan ditreskrimsus Polda Maluku terhadap tersangka Desianus Orno tidak sah menurut pasal 109 UU nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acana Pidana (KUHP). Karena menetapan tersangka tidak sah menurut hukum, maka, status tersangka dicabut terhadap perkara ini.

“Berdasarkan bukti-bukti yang dimasukan pemohon dan termohon, maka hakim berkesimpulan bahwa penetapan tersangka ini tidak sah menurut hukum,” ungkap Kalalo.

Hakim menyatakan, tindakan termohon menetapkan pemohon sebagai tersangka pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 undang undang republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang tertuang dalam surat penetapan tersangka nomor SP. Asts/01/I/2021/Ditreskrimsus, tanggal 12 Januari 2021 adalah tidak sah.

“ Selain itu, menyatakan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan yang diterbitkan termohon nomor : SP. Sidik/16/IX/2017/Ditreskrimsus tanggal 29 September 2017 adalah Tidak sah, serta memerintahkan termohon untuk merehabilitasi nama baik Pemohon,” jelas Kalalo dalam amar putusannya.

Baca juga: Praperadilan Oddie Orno Dikabulkan Pengadilan

Sementara itu, kuasa hukum Oddie Orno, Hendrik Lusikooy kepada wartawan usai sidang mengatakan pada sidang pokok perkara yang akan berlangsung Selasa (31/8) besok dengan agenda dakwaan pihaknya akan meminta penetapan berdasarkan keputusan Pra Peradilan agar perkara tersebut tidak lagi dilanjutkan.

“Sesuai agenda besok itu sidang pokok perkaranya, jadi nanti kita akan minta surat penetapannya agar perkara tidak lagi dilanjutkan,karena unsur formilnya sudah tidak terpenuhi, mana mungkin kita mau buktikan kebenaran materilnya,”jelas Lusikooy.

Dia mengaku, dengan dikabulkannya gugatan praperadilan pemohon, maka dendan sendirinya status tersangka dicabut dari tersangka.

“Selain Odie, dua tersangka lainnya juga statusnya dibebaskan dari tersangka, karena ini merupakan satu kesatuan dari surat perintah penyidikan (Sprindik) yang dikeluarkan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku,” pungkasnya.(SAD)

Comment