by

Stok Beras di Ambon Mencukupi

Ambon, BKA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon memastikan, ketersediaan beras di kota bertajuk Manise ini, mencukupi hingga tiga bulan kedepan. Yakni stok beras untuk saat ini sekitar 3.500 ton.

“Stok beras kita masih 3.500 ton, itu yang sudah ada. Sementara masih ada juga yang sedang dalam perjalanan menggunakan transportasi laut,” ungkap Sekretaris Disperindag Kota Ambon, Janes Aponno, kepada wartawan, Rabu (23/12).

Menurutnya, dengan stok beras ribuan ton tersebut, maka bisa dipastikan ketersediaannya mampu bertahan hingga beberapa bulan kedepan. “Itu bisa sampai tiga bulan,” beber Aponno.

Tidak hanya beras, sambung dia, saat ini stok-stok sembako lainnya di Kota Ambon, juga bisa terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.
“Seperti Minyak Goreng itu ada 471.613 Kg. Kemudian untuk terigu ada 885 ton, telur ayam ada 674.250 ikat, gula ada 299 ton, mentega 99 ton, susu kaleng 400 ribu karton, ayam ras 713 ton, dan garam 29 ton,” rincinya.

Dikatakan, kenaikan beberapa jenis bahan pokok ataupun bumbu masak yang terjadi saat ini, bukan karena ketersediaan stok yang di miliki oleh Kota Ambon, melainkan itu terjadi akibat mekanisme pasar. Dan kenaikan harga seperti bumbu masak hanya terjadi pada dua jenis saja, yakni telur ayam dan cabai rawit.

“Itu hanya karena mekanisme pasar saja. Dan kenaikan tersebut, hanya terjadi pada pasar-pasar rakyat saja, seperti di Pasar Passo, Mardika dan lain sebagainya. Kalau telur ayam itu harganya mulai dari 1.400 per butir menjadi 2000. Sedangkan Cabai rawit, dari 40 sampai 50 ribu per Kg, menjadi 70 sampai 80 per Kg,” tuturnya.

Dikatakan, kenaikan signifikan yang terjadi pada cabai rawit, diakuinya bukan tanpa sebab. Dia menjelaskan, hal itu terjadi karena saat ini sudah bukan lagi masuk pada musim panen.

“Karena buka musim panen, jadi harganya melonjak. Pada intinya, kami kira kenaikan harga tersebut bukan karena ketersediaan stok, namun seperti yang saya katakan tadi, ini mekanisme pasar,” tutupnya. (BKA-1)

Comment