by

Stok Ikan di Pasar Tiakur Berkurang, Pedagang Mengeluh

Banyak Yang Gulung Tikar

Dua bulan terakhir, stok ikan dari nelayan kepada pedagang ikan di Pasar Tradisional Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), berkurang.

Kurangnya stok ikan tersebut membuat para pedagang ikan mengeluh. ”Ya sudah sekitar dua bulan ini, jumlah ikan dari nelayan yang masuk ke pasar sangat langka. Bahkan harga jual ikan dari nelayan cukup tinggi,” demikian ungkap salah satu pedagang ikan di Pasar Tiakur, Ina Duparlira, Minggu (16/5).

Bukan saja karena harga jualnya akan melambung, tapi lebih pada tidak ada stok ikan untuk dijual. Akibatnya, banyak pedagang ikan di Pasar Tradisional Tiakur yang gulung Tikar.

“Dulu jumlah pedagang di pasar ikan Tiakur sangat banyak. Tapi sekarang, yang berdagang hanya sekitar lima sampai tujuh orang,” ungkapnya.

Tidak tahu, apa penyebab kurangnya pasokan ikan ke pedagang ikan di Pasar Tiakur. Kalau disebabkan karena kurangnya hasil tangkap nelayan, menurut Duparlira, tidak juga.

Biasanya, kelangkaan ikan hanya terjadi pada musim-musim tertentu saja, yang mengakibatkan nelayan tidak melakukan aktivitas melaut. Tetapi untuk cuaca saat ini, biasanya stok ikan di pasar cukup banyak.

Namun katanya, mereka sering melihat para nelayan menjual langsung hasil tangkapannya kepada masyarakat. Harga yang ditawarkan, sama seperti yang dijual kepada pedagang.

Untuk itu, Duparlira berharap, Pemerintah Kabupaten MBD dapat menyikapi persoalan yang membelit para pedagang ikan di Pasar Tradisional Tiakur, dengan menertibkan para nelayan pemasok ikan agar tidak menjual ikan secara langsung kepada masyarakat. Karena kalau dibiarkan, akan mematikan usaha pedagang ikan di Pasar Tiakur.(GEM)

Comment