by

Stok Sembako Cukup Hingga 6 Bulan

beritakotaambon.com – Masyarakat Maluku tidak perlu khawatir tentang ketersedian sembako di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebab persediannya, masih sangat mencukup hingga enam bulan kedepan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Maluku, Poli Jamlean, mengatakan, Maluku masih memiliki banyak stok sembako untuk tiga bulan sampai dengan enam bulan kedepan.

“Untuk kebutuhan pokok di Maluku, dan khususnya Ambon, ketersediaan untuk beras saja diatas tiga bulan kita punya. Hasil ketahanan ya, hasil pantauan teman teman Perindag di distributor,” kata Jamlean, Senin (23/8).

Sedangkan untuk pantauan di sejumlah ritel modern, katanya, ketersedian sembako jga sangat cukup. “Untuk ritel-ritel modern, masih ada stok beras dan kebutuhan pangan lainnya,” terangnya.

Untuk ketersedian beras di Maluku, ungkapnya, mencapai 21,582,3 ton, minyak goreng 593,029,0 ton, terigu 4.391,3 ton, telur ayam 1,180,590,0 ton, gula pasir 726,5 ton, margarin 80,1 ton, susu kaleng 631,128,0 ton, ayam ras 832,6 ton, dan garam 270,3 ton. “Kita masih punya banyak stok untuk tiga sampai enam bulan ke depan,” tuturnya.

Jamlean berharap, kondisi tersebut terus terjaga. Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan pedagang maupun perusahaan pelayaran, terus ditingkatkan.

“ada 4 perusahaan pelayaran. Setiap barang mau masuk dan keluar, mereka sampaikan berapa barang yang masuk dan keluar. Karena kami jalani koordinasi dengan baik, sehingga dipastikan bahwa sampai saat ini, distribusi kebutuhan pokok di Maluku lancar,” bebernya.

Selain itu, pihaknya Setiap saat melakukan pengawasan bersama Satgas Pangan, untuk memastikan stok sembako aman dan ketahanannya sampai beberapa waktu kedepan .”itu langkah-langkah yang kita lakukan, baik dalam kondisi hari raya maupun normal. itu merupakan protap kami, hari libur pun kami bekerja, kalau memang kondisi yang sangat mendesak,” kata Jamlean.

Baca juga: Buru Masuk PPKM Level 2

Sedangkan khusus untuk harga cabai, katannya, sesuai hasil pantauan, harga dan stok mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena “pasar dingin”, kurang permintaan.

“Bulan Juli kemarin itukan harga cabai bergerak naik, itu karena di daerah sentra produksi di pulau Buru, ada cuaca ekstrem, sehingga harga naik. Jadi sementara dipasok dari Malteng saja. Tapi diakhir bulan Juli kemarin, sudah mulai turun. itu mungkin mereka hitung akumulasi dari pada Minggu pertama Juli,” tambahnya.

Untuk pasokan bawang, sentra distribusi dari Probolinggo. Memang mengalami kenaikan harga. Tapi stoknya terpantau stabil].
“untuk stok terpantau stabil. Inikan setiap kapal juga kan ada bawa masuk bawang. Memang bawang kan tidak sama seperti beras yang masuk dengan jumlah yang lumayan banyak. Bawang masuk sedikit, tapi tetap terpenuhi,” tutupnya.(MG-2)

Comment