by

Stok Telur di Transit Passo Terbatas

beritakotaambon.com – Stok telur ayam yang tersedia di Pasar Transit Passo saat ini terbatas. Keterbatasan ini juga dialami para distributor, sehingga harga telur mengalami kenaikan harga.

Hesron, salah satu pedagang Pasar Transit Passo mengatakan, untuk mendapatkan stok telur, masing-masing pedagang mencari sendiri. Karena para distributor telur pada wilayah pasar Transit Passo juga mengalami keterbatasan stok. Sehingga harga telur yang biasanya dipasarkan Rp 2.500 per butir, kini naik menjadi Rp 3.000 per butir.

“Untuk mendapatkan telur sangat susah. Karena jika distributor tidak mempunyai stok, kita harus mencarinya sendiri. Kita biasanya pergi ke pasar Mardika untuk membelinya, kemudian menjualnya kembali di sini (Pasar Transit Passo),” beber Hesron, kepada media ini, Selasa, (17/8).

Diakuinya, keterbatasan stok telur bukan baru kali ini, melainkan sudah beberapa waktu lalu. Ini akibat kondisi pandemik yang turut membatasi aktivitas masyarakat, dan berdampak bagi pendapatan pedagang.

“Yang pasti, kita berjualan untuk keberlangsungan hidup di tengah pandemi. Jadi kita sesuaikan dengan kondisi yang ada. Kalau stok sulit, maka pasti akan berpengaruh terhadap harga jual. Tidak mungkin dengan situasi ini, kita tetap dengan harga normal. Semua itu sudah jadi resiko kita para pedagang, jadi kita lalui saja. Semoga situasi ini cepat normal supaya aktivitas jual beli berjalan normal dan lancar,” harapnya.

Diketahui, kenaikan harga tidak terjadi pada semua bahan pokok. Kenaikan harga hanya terjadi pada telur, sayur, daging. Sedangkan harga beras, minyak goreng, gula, garam, dan susu tetap stabil.

Sedangkan untuk harga ikan tetap sama seperti biasanya, namun jumlah ikan berkurang. Harga beras Tawon tetap Rp 15.000 per kilo, minyak goreng 1 liter Rp 17.000, gula Rp 15.000, garam Rp 4.000, susu kaleng Rp 12.000. Sementara yang meningkat yakni sayur yang biasanya Rp 5.000, naik menjadi Rp 7.000 hingga Rp 10.000. (LAM)

Comment