by

Stok Vaksin Covid-19 di Buru Terbatas

Ketersediaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Buru, saat ini terbatas hingga nyaris habis, Kamis (8/7). Hal ini justru menimbulkan kerumunan, dimana masyarakat datang berbondong-bondong untuk melakukan vaksin di Puskesmas Namlea, Buru.

Kepala Puskesmas Namlea, dr. Megawati Hatuwe, saat dikonfirmasi mengaku, telah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menghindari kerumunan. Sebab, stok vaksin hingga kemarin sangat terbatas.

“Stok vaksin sangat terbatas, saat ini ada namun untuk stok tahap ke dua. Kemudian dosis tahap dua ini sebanyak 2.000 lebih belum diberikan,” beber Megawati, kepada Koran ini.

Kata dia, harusnya pada saat pembukaan vaksinasi awal, masyarakat datang untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Bukan baru sekarang datang berbondong-bondong untuk minta divaksin.

“Waktu kemarin kita buka beberapa hari pelayanan gratis, bapak dan ibu tidak datang. Sekarang, sudah dengar vaksin sebagai kartu bisa digunakan untuk apa saja baru semua datang,” kata dia kepada warga.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buru, Azis Tomia mengaku, meski telah mendapat kiriman vaksin pada 5 Juli 2021 kemarin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, namun masih adanya keterbatasan stok vaksin Covid-19 di Kabupaten Buru.

“Iya betul (keterbatasan stok vaksin). Jadi kita itu baru kedatangan vaksin tambahan hari Senin kemarin itu 1.200 dosis,” sebutnya.

Dengan adanya kekurangan ini, lanjut Azis, Pemkab Buru telah meminta kembali ke Pemprov Maluku untuk segera menambah stok vaksin.

“Tapi memang kita kekurangan jauh sekali. Jadi itu ada surat permintaan dari pak Bupati sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, ke Ketua Satgas Provinsi untuk permintaan 10.000 dosis vaksin,” ucap dia.

Kadis PTPMD Buru ini menambahkan, pemintaan tambahan jumlah vaksin tersebut untuk melakukan kegiatan vaksinasi massal di kabupaten penghasil minyak kayu putih ini kepada masyarakat. ” Jadi 10.000 dosis itu untuk pelaksanaan vaksinasi massal. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban, karena mungkin di provinsi juga ada keterbatasan,” pungkasnya. (MSR)

Comment