by

Stop Covidkan Pasien Lewat Rapid Antigen

AMBON-BKA, Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Saidna Azhar Bin Tahir, meminta pihak rumah sakit yang menangani pasien Covid1-19 di Kota Ambon untuk tidak seenaknya men-Covidkan pasien yang meninggal dunia, hanya melalui hasil rapid antigen. Bukan hasil tes polymerase chain reaction (PCR).

Hal tersebut penting dilakukan, katanya, guna menghindari polemik ditengah masyarakat, terutama keluarga pasien yang meninggal dunia. Sehingga tidak lagi terjadi kasus perampasan jenazah pasien meninggal dunia, yang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Ambon.

Baca:
Hasil Administrasi CPNS Diumumkan Bulan Ini

“Seperti ini yang kacau. Kalau pihak rumah sakit sudah men-justice seseorang positif Covid-19 menggunakan rapid antingen, tanpa harus melakukan PCR. Maka wajar jika terjadi perampasan atau pemulangan jenazah secara paksa. Jadi stop Covid-kan pasien lewat rapid antigen, tanpa PCR,” tegas Saidna, kepada BeritaKota Ambon, Minggu (1/8).

Politisi PKS ini menilai, setiap pasien yang terkonfirmasi positif lewat rapid antigen, harus dibuktikan lagi dengan hasil PCR.

“Karena faktanya, jika seseorang ketika tes antigen lalu positif, tetapi belum tentu hasil PCR-nya juga positif. Ini yang harus menjadi perhatian pihak rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya,” terangnya.

Menurut Saidna, jika memang kewenangan menetapkan seseorang yang terpapar virus corona ini hanya cukup menggunakan rapid antigen, maka syarat kelengkapan administrasi yang ditetapkan terhadap para pelaku perjalanan perlu dievaluasi. Yakni, tidak perlu menggunakan hasil PCR, sebagai salah satu syarat keberangkatan.

“Kalau memang kewenangan menetapkan seseorang terpapar positif C19 (Covid-19) cukup menggunakan tes rapid antigen, berarti syarat kelengkapan adminitrasi bagi pelaku perjalan juga mesti cukup dengan menggunakan hasil tes rapid antigen saja. Tidak usah pakai hasil negatif PCR,” tuturnya.

Anggota Legislatif (Aleg) Kota Ambon dua periode tersebut menambahkan, Komisi I DPRD Kota Ambon akan mengundang Dinas Kesehatan dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya, untuk mempertanyakan hal tersebut.

Baca: Bupati SBB Meninggal Akibat Covid-19

“Kita masih melihat kondisi Kota Ambon, karena masih dalam suasana PPKM. Tapi hal ini tetap akan menjadi pembahasan internal komisi, untuk nantinya bisa mengundang dinas terkait dan pihak-pihak terkait untuk mempertanyakan hal ini. Sehingga kedepan tidak ada lagi kejadian-kejadian perampazan jenazah atau pemulangan jenazah secara paksa,” terangnya.

Hal ini, tegasnya, harus menjadi perhatian pemerintah daerah, untuk selalu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. “Sehingga tidak terjadi lagi kasus yang sama di kemudian hari,” pungkasnya. (UPE)

Comment