by

Stunting Jadi Masalah Serius Pemkab SBT

Ambon, BKA- Sebanyak 30,8 persen balita Indonesia mengalami stunting. 34,2 persen dari jumlah itu merupakan balita Maluku.

Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyumbang 40,56 persen dari jumlah keseluruhan balita stunting yang ada di Maluku. Jumlah itu cukup besar.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT bertekad untuk menekan angka stunting di Bumi Ita Wotu Nusa hingga 20 persen.

Tekad itu disampaikan Bupati SBT, Abdul Mukti Keliobas, lewat sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati SBT, Idris Rumalutur, pada kegiatan aksi konvergensi stunting di SBT yang digelar Dinas Kesehatan, di Hotel Surya, Kota Bula, Rabu (10/3).

Stunting pada anak terjadi akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga mempengaruhi tumbuh kembang atau terjadi perawakan pendek pada anak, dibanding anak lainnya diusianya.

Akibat asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi tersebut, katanya, tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, tapi juga menyebabkan anak lambat dalam berpikir.

“Stunting ini dapat menghambat pertumbuhan fisik, meningkatkan kerentanan terhadap penyakit dan mengancam perkembangan kognitif yang berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak saat ini dan di masa tua,” terangnya.

Untuk itu, menurut Wabup, staunting menjadi masalah yang serius yang harus ditangani pemkab, untuk menyelamatkan generasi SBT kedepan. Sebab hal itu berpotensi menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) SBT tertinggal dibanding kabupaten lain.

“Hal ini tentu menjadi usaha bersama bagi Pemkab SBT dan kita yang hadir disini, bekerja sama untuk memerangi stunting melalui program dan kegiatan terencana dengan baik serta terukur, untuk memastikan stunting dapat dituntaskan sampai dengan tahun 2024,” kata Rumalutur.

Pemkab SBT menargetkan akan menurunkan stunting sampai dengan 20 persen pada tahun 2024. “Saya berharap, Kabupaten SBT dapat menekan angka dibawah 20 persen di tahun 2024. Saya akan terus memantau angka referensi melalui Dinas Kesehatan, Dinas PMD serta Dinas terkait lainnya,” pungkasnya. (SOF)

Comment