by

Sungai Waeapo Meluap

Puluhan rumah dan sawah warga Dusun Air Mandidi, Desa Waenetat, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, terendam banjir, Rabu (14/7).

Banjir tersebut akibat luapan Sungai Waeapo, karena hujan yang teradi hampir sepekan. Bahkan 13 Juli kemarin, terjadi hujan lebat.

Berdasarkan pantauan BeritaKota Ambon, hingga Rabu Sore, air yang merendam pemukiman warga belum juga surut. Namun warga masih tetap bertahan di rumah masing-masing, sambil beharap air cepat surut.

“Banjir ini karena luapan air Sungai Waeapo. Jadi luapan air menjadi satu kesini (pemukiman warga), karena jalur Sungai Waeapo ada dibelakang kampung,” terang salah satu warga Dusun Air mandidi, Dori, kepada BeritaKota Ambon, Rabu (14/7).

Pria 47 tahun ini menjelaskan, air sungai yang berwarna kuning kecoklatan masuk hingga kedalam rumah warga, dikarenakan belum adanya pelurusan jalur aliran Sungai Waeapo.


“Karena belum ada pelurusan Sungai Waeapo. Jika diadakan pelurusan sungai, tidak terlalu begini (banjir), karena tidak terjadi luapan Sungai Waeapo,” ujar dia.

Warga Dusun Air Mandidi lainnya, Lasriani, mengungkapkan, rumahnya telah terendam air sejak 12 Juli malam.

“Hujan dari kemarin yang paling deras. Sudah dari semalam, air masuk ke dalam rumah. Sampai sekarang belum surut. Banjir ini setiap tahun kami rasakan, ketika sudah musim hujan,” ucapnya.

Wanita berusia 56 tahun ini meminta perhatian Pemerintah Desa Waenetat, Pemerintah Kecamatan Waeapo, serta Pemerintah Kabupaten Buru.

“Belum ada (perhatian pemerintah), sementara hujannya sudah beberapa hari ini. Untuk banjir mulai dari kemarin, sampai sekarang ini,” pungkasnya.(MSR)

Comment