by

SUPM Mulai Lakukan Belajar Tatap Muka

Ambon, BKA- Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Waiheru Ambon, akan mulai memberlakukan proses belajar tatap muka antara guru dan siswa di sekolah, hari ini, Selasa (5/1).

Proses belajar tatap muka tersebut memang memungkinkan untuk dilakukan oleh SUPM Waiheru Ambon, sebab semua siswa diasramakan di lingkungan sekolah.

Tapi untuk sementara, proses belajar tatap muka masih diberlakukan bagi siswa kelas XII, yang akan melaksanakan Ujian Nasional (UN).

Untuk memulai itu, ungkap Kepala SUPM Negeri Waiheru, Achmad Jais Ely, semua siswa kelas XII terlebih dahulu diharuskan untuk mengikuti rapid test yang dilakukan oleh pihak sekolah, sebelum masuhk asrama.

“Ini sebenarnya kebijakan yang diambil Kepala Sekolah, tapi tentu tetap dengan menjaga protokol kesehatan. Nah? sebenarnya jumlah siswa SUPM ditambah mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikinan (KP) Maluku, totalnya 540 orang. Namun kebijakan yang diambil, berhubung menjelang siswa mau ujian dan kami sudah punya pengalaman melaksanakan zonasi belajar di 13 zonasi belajar, sehingga ada hal yang menjadi kesepakatan kami bersama di sekolah, khusus kelas XII kami panggil masuk di asrama, tapi dengan ketentuan setiap siswa harus menjalani rapid test terlebih dahulu, sebelum proses belajar mengajar tatap muka diterapakan,” tandas Kepala SUPM Negeri Waiheru, Achmad Jais Ely yang dikonfirmasi koran ini, Senin(4/2).

Menurut Jais, berdasarkan pengalaman selama pandemi Covid-19, siswa jauh lebih safety dan paling aman saat berada dilingkungan asrama sekolah. Sebab kalau berada di rumah, tentu siswa akan pergi ke berbagai tempat. Berbeda kalau mereka di asrama, tentu semuanya akan diatur.

“Jadi hari ini, yang masuk untuk melakukan belajar tetap muka, hanya siswa SUPM kelas III (XII, red), berjumlah 150 siswa lebih, yang hanya tinggal kurang lebih empat bulan menghadapi ujian. Sehingga kami mau lepas rindu dengan mereka, karena mereka siswa terakhir dari SUPM setelah dirubah menjadi Politeknik KP. Jadi kami punya komitmen bersama dengan seluruh pegawai dan guru yang berjumlah 68 orang, untuk hidup bersama dengan mereka kurang lebih tiga bulan saja, agar dapat menuntaskan mereka saja,” pungkasnya.(RHM)

Comment