by

Survei SDI, SMS-GES Unggul di Bursel

Ambon, BKA- Sinergi Data Indonesia (SDI) merilis temun survei pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati di Buru Selatan (Bursel), untuk Pilkada 2020.

Dari tiga paslon yang ada, yakni, Safitri Malik Soulissa dan Gerson (SMS-GES) unggul dari Hadji Ali-Zainudin Booy (AJAIB) dan Abdurahman Soulissa-Elisa Ferianto Lenusa (MANIS).

Metode Survei terkait politik identitas etnis/suku dan peluang kemenangan pasangan calon pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 untuk kabupaten Bursel, ini dilakukan sejak tanggal 17-23 November 2020, dengan metode Multistage Random Sampling.

Dengan sampel responden sebanyak 440 orang, dengan margin of eror 4,77 persen secara tatap muka lewat kuisioner. Dimana dari sekian paslon yang ada, paslon SMS-GES yang paling diinginkan para pemilih di Bursel yaitu 46,14 persen.

Kemudian untuk paslon AJAIB, ada pada posisi kedua dengan nilai 22,73 persen. Untuk paslon MANIS, ada pada posisi ketiga dengan nilai 10,91 persen. Sementara 20,23 persen masih menjadi rahasia pemilih.


“Jadi saat survei, pertanyaan yang disampaikan itu jika pemilihan bupati Bursel hari ini, pasangan mana yang bapak ibu pilih dari 3 paslon yang ada. Dan sebanyak 46,14 persen pemilih di Bursel memilih paslon Safitri Maluku Soulissa dan Gerson Eliaser sebagai pengganti Tagop Soulissa,” ungkap Direktur SDI, Barkah Pattimahu, dalam konferensi pers yang digelar di hotel Biz, Rabu (2/12).

Dipaparkan, survei dimulai dengan tingkat partisipasi pemilih terkait sepengatahuan para pemilih kapan atau tanggal berapa dilaksanakan Pilkada serentak 2020 di Bursel. Dan ternyata, sebanyak 85,68 persen mengaku tanggal 9 Desember 2020. Sementara yang hanya mengetahui tahun dan bulan pelaksanaan sebanyak 1,59 persen. Kemudian salah tanggal maupun salah bulan 0,00 persen dan tidak tahu atau tidak jawab sebanyak 12,73 persen.

“Pertanyaan yang berikan itu apakah dengan kondisi Pilkada yang berada di tengah pandemi Covid-19, bapak ibu akan ke TPS untuk memilih ? Dan ditemukan, yang menjawab akan datang ke TPS untuk memilih menggunakan masker sebanyak 92,50 persen. Sementara yang menjawab akan melihat perkembangan Covid-19 sebanyak 3,41 persen. Tidak datang ke TPS meski memakai masker itu 0,45 persen. Dan yang tidak tahu atau tidak jawab itu 3,64 persen,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Barkah, isu etnis atau suku menjadi isu penting yang disurvei SDI. Sehingga saat ditanyakan, apakah para pemilih di Bursel setuju menggunakan isu etnis dalam berkampanye, untuk kecamatan Ambalau ditemukan 1,67 persen yang setuju. Sementara 56,67 persen tidak setuju, dan yang tidak tahu dan tidak jawab sebanyak 41,67 persen.

Kecamatan Fena Fafan 5,00 persen setuju dan 90,00 persen tidak setuju. Kemudian yang tidak tahu 5,00 persen. Kepala Madan, 10,00 persen setuju, 47,50 persen tidak setuju dan 42,50 persen tidak tahu. Leksula, 12,22 persen setuju dan 54,44 persen tidak setuju, selanjutnya 23,33 tidak tahu.
Kecamatan Namrole, 0,00 persen setuju, 56,00 persen tidak setuju dan 44,00 persen tidak tahu. Kemudian Waesama, 10,00 persen setuju gunakan isu etnis saat kampanye dan 70,00 persen tidak setuju dan 20 persen tidak tahu.

Sementara jika dilihat dari berbagai suku yang berada di Bursel, untuk suku Buru atau warga pulau Buru sendiri, 6,61 menyetujui isu etnis. Sementara yang tidak menyetujui 53,31 persen, dan yang tidak tahu 40,08 persen. Suku Ambalau 8,20 persen setuju, 55,74 persen tidak setuju dan 36,07 tidak tahu.

Suku Ambon yang di Bursel, 0,00 menyetujui, 48,15 tidak menyetujui, dan 51,85 tidak tahu. Suku Buton, ditemukan 10,81 persen setuju, 37,84 persen tidak setuju dan 51,35 tidak tahu. Sementara suku Maluku lainnya yang di Bursel, 5,26 setujui9 isu etnis, 73,68 persen tidak setuju dan yang tidak tahu 21,05 persen. Selanjutnya suku dari luar Maluku, 0,00 persen setuju, 70,59 persen dan yang tidak tahu 29,41 persen.

“Saat ditanya bapak ibu pemilih setuju jika calon bupati Bursel gunakan isu etnis dalam berkampanye, maka ditemukan lebih dari 50 persen pemilih tidak setuju politik identitas dengan isu etnis atau suku. Dan pandangan pemilih terhadap politik identitas, mayoritas pemilih menyatakan tidak akan memilih calon yang berkampanye memakai isu etnis,” ujarnya.

Barkah menambahkan, paslon SMS-GES unggul di Bursel, karena dianggap lebih populer dan disukai ketimbang dua paslon lainnya. Yakni tingkat pengenalan dari sekian calon yang ada, Safitri Malik Soulissa diangka 97,27 persen, kemudian Gerson Eliase Selsily, 90,45 persen. Hadji Ali tingkat kenal dari pemilih capai 89,77 persen, Abdurahman Soulissa 89,77 persen, Zinuddin Booy 83,86 persen, dan Elisa Ferianto Lenusa 78,18 persen.

Sementara untuk tingkat kesukaan Safitri Malik Soulissa yang ditemukan SDI, sambung dia, diangka 85,28 persen. Gerson Eliaser Selsily 83,67 persen, Hadji Ali 75,44 persen, Abdurahman Soulissa 70,89 persen, Zainudin Booy 77,24 persen dan Elisa Ferianto Lenusa 72,97 persen.

“Tingkat pengenalan dan kesukaan terhadap Safitri Maluku Soulissa lebih tinggi karena dukungan dari mayoritas pemilih yang merasa puas dengan kinerja suaminya Tagop Soulissa selaku Bupati Bursel. Yakni 70,23 persen sangat puas, 25,45 persen kurang puas, dan 4,32 persen tidak tahu. Yang mana banyak pembangunan yang dinilai berhasil,” imbuh dia.

Dijelaskan, sesuai hasil survei yang dilakukan, SMS-GES unggul pada semua aspek personality. Yakni dari aspek jujur, Safitri 52,58 persen, Hadji Ali 50,80 persen, dan Abdurahman Soulisa 40,23 persen. Kemudian aspek dikenal dengan rakyat, Safitri 63,64 persen, Hadji Ali 55,59 persen, dan Abdurahman Soulissa 43,39 persen.

Aspek Pintar, Safitri 70,02 presen, Hadji Ali 67,02 persen, dan Abdurahman Soulissa 58,62 persen. Kemudian dari aspek dapat menyelesaikan masalah, Safitri 51,35 persen, Hadji Ali 45,74 presen, dan Abdurahman 35,34 persen.

“Kesimpulan, SMS-GES sampai dengan saat ini (kemarin) masih yang tertinggi elektabilitasnya, mencapai 46,14 persen. Mayoritas masyarakat Bursel tidak setuju mengangkat isu etnis atau suku. Dan isu etnis anak daerah dan bukan anak daerah bisa memecah belah masyarakat Bursel,” tutup Barkah. (UPE)

Comment