by

Tagop: Masyarakat Jangan Terprovokasi Dengan Isu Sekda

Ambon, BKA- Pembina tim pemenang pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel) Safitri Malik Soulisa dan pak Gerson Eliazer Selsily (SMS-GES), Tagop Sudarsono Soulisa, meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu Jabatan Sekda Bursel.

Jabatan Sekda, terangnya, bukan jabatan politik. Sehingga tidak bisa dijabat oleh kalangan politisi. Sekda merupakan jabatan karir bagi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sehingga, katanya, kalau ada Paslon kepala daerah yang dalam orasi politik saat berkampanye, menjanjikan jabatan Sekda pada pihak tertentu, maka itu benar alias bohong.

“Belum lagi ada orang yang kemarin dibesarkan partai (PDI-P). Kasih makan, kasih besar dia, pernah jadi ketua DPC dan dua kali sebagai anggota legislatif, kemudian kini kembali memaki-maki partai, apakah ini orang baik? Kemudian kembali janji kemasyarakat, kalau pasangan dia terpilih, dia akan menjadi Sekda. Itu mustahil dan tidak mungkin, karena dia bukan sebagai ASN. Yang mau jadi Sekda, itu pangkat menimalnya dibawa Sekda dan melalui proses yang cukup panjang. Jadi itu hanya pembohongan kepada masyarakat,” tegas Tagop, dalam orasi politiknya belum lama ini.

Untuk menjadi Sekda, harus berproses dulu. Khusus untuk Kabupaten Bursel, untuk menjadi Sekda, harus tunggu empat tahun lebih.

Empat tahun lebih itu, terangnya, merupakan waktu tunggu hingga Sekda Bursel saat ini, Iskandar Walla, pensiun dari jabatannya, baru bisa kembali dilakukan rekrutmen atau lelang jabatan Sekda.

“Jadi jangan kita berangan-angan dan memprovokasi masyarakat, dan kemudian membenci pemerintah. Ingat, kalau kita bangun Bursel ini dari nol, dari hutan rimba. Kini selama 10 tahun, sudah tertata dengan baik, secara bertahap dan pembangunannya masih terus dilakukan,” pungkas Tagop.(RHM)

Comment