by

Tagop Minta Bawaslu Bursel Harus Netral

Ambon, BKA- Bupati Buru Selatan (Bursel), Tagop Sudarsono Soulisa, meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di kabupaten tersebut untuk dapat bersikap netral, dalam melakukan pengawasan tahapan Pilkada.

Hal itu penting untuk dilaksanakan oleh Bawaslu, agar pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bursel dapat menghasilkan bupati dan wakil bupati yang benar-benar pilihan masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan permasalahan setelahnya.

Bukan tanpa alasan Tagop menyampaikan hal itu. Sebab dia menilai, Bawaslu tebang pilih dalam menjalankan tugasnya. Pengawasan yang dilakukan terhadap pelaskanaan kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa-Gerson Elieser Selsily (SMS-GES), lebih ketat dibandingkan kandidat lain.

Hal tersebut, ungkapnya, membuat pengawasan terhadap pasangan calon kepala daerah lain di kabupaten itu menjadi longgar. Sehingga berbagai pelanggaran luput dari pengawasan Bawaslu. Misalnya, dugaan pembagian beras yang dilakukan oleh tim pasangan calon Hadji Ali-Zainudin Booy di Kecamatan Kepala Madan.

“Saya minta Bawaslu melakukan pengawasan yang adil dan merata. Jangan untuk pasangan tertentu, pengawasan ketat. Tetapi pada pasangan lain, dibiarkan begitu saja,” tegas tagop, dalam orasi politiknya saat kampanye SMS-GES di Desa Wali, Kecamatan Namrole, Minggu ( 8/11).

Kasus pembagian beras tersebut, katanya, harus diusut tuntas oleh Bawaslu Bursel. Karena mestinya, setiap Paslon dalam upaya meraih simpati masyarakat, harus “menjual” program dalam bentuk visi-misi. Bukan malah membagi-bagikan beras kepada masyarakat. “Ini yang harus ditelusuri Bawaslu,” tegas politisi PDI-Perjuangan ini.

Ketua Bawaslu Bursel, Umar Alkatiri, yang coba dikonfoirmasi terkait permintaan Tagop tersebut via handphone, tidak merespon panggilan tersebut.

Sementara itu, kehadiran paslon Nomor Urut 3 di Desa Wali tersebut dijemput dan diterima tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, di rumah adat marga Seknun, yang disertai dengan prosesi adat sebelum mengantar paslon SMS-GES ke lokasi kampanye.

Saat kampanye, Ketua Tim Pemenangan Paslon SMS-GES, Ahmadan Alwi Loilatu, dalam orasi politiknya, mengatakan, SMS-GES memiliki pengalaman dalam pemerintahan.

“Ibu Hj Safitri sudah punya pengalaman dalam pemerintahan, karena selama kurun waktu 10 tahun terakhir ini mendampingi Bupati Bursel pak Tagop. Selain sebagai Ketua TP PKK, Bunda Paud dan 5 tahun sebagai anggota DPRD Maluku. Sementara pak Gerson, 15 tahun sebagai anggota DPRD Bursel dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di enam kecamatan di Kabupaten Bursel. Hasilnya sudah dirasakan warga di kabupaten ini,” pungkas Anggota DPRD Bursel asal PAN tersebut.(RHM/BKA-4)

Comment