by

Tak Cukup Bukti, AM Dinyatakan Tak bersalah

beritakotaambon.com – Tak cukup bukti, pemilik rumah tempat kejadian perkara tindak pidana perjudian (AM) dinyatakan tidak bersalah. Pernyataan ini disampaikan langsung Kasat Reskrim Polres MBD, AKP Sulaiman, Kamis (23/9).

Ia menegaskan, untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka tentu membutuhkan dasar hukum yang kuat. Dasar hukum tersebut diantaranya dua jenis alat bukti permulaan.

“Kita tidak bisa dengan ceroboh menetapkan seseorang menjadi tersangka tanpa fakta ataupun bukti yang akurat terkait dengan tindak pidana yang terjadi,” tegasnya.

Menurutnya, untuk menetapkan pemilik rumah yang menjadi lokasi tindak pidana perjudian bersalah atau tidak. Minimal ditemukan bukti bahwa dirinya secara sadar menyediakan tempat atau memberi kuasa untuk dilakukan aktifitas perjudian.

Baca juga: Rutan Ambon Deklarasi Zero Handphone

“Karena berdasarkan hasil pemeriksaan empat orang tersangka, seluruhnya mengatakan bahwa mereka bermain judi tanpa sepengetahuan pemilik rumah. Bahkan ketika dilakukan penggrebakan, anggota Satreskrim tidak menemukan keberadaan pemilik rumah di tempat kejadian perkara,” jelasnya

Atas dasar itulah, sambung dia, maka dalam kasus tindak pidana perjudian hanya menetapkan empat pelaku sebagai tersangka. Sementara itu untuk pihak-pihak lain dinyatakan tidak bersalah.

Ketika disinggung mengenai pernyataan adanya agen-agen Satreskrim yang menginformasikan aktifitas judi tersebut. Baginya, informasi yang diterima telah dibuktikan dengan tindakan tangkap tangan terhadap ke empat pelaku tindak pidana perjudian.

“Bahwasanya lokasi tersebut menjadi target operasi kami, bukan karena tempatnya. Tetapi kendaraan milik pelaku perjudian yang kerap kali berada di lokasi tersebut. Karena itu yang kami tindak adalah aktifitas perjudiannya, bukanlah rumah yang dijadikan sebagai lokasi bermain judi. Apalagi berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka tidak pernah meminta ijin atau menginformasikan kepada pemilik rumah sebelum berjudi. Mereka biasanya memulai permainan ketika pemilik rumah tidak berada di tempat atau telah beristirahat,” jelas Kasat.

Baca juga: Lekipera Minta Proyek Dermaga Feri Moa Diusut

Dikatakan, saat penggebrekan berlangsung pun tidak sama sekali keberadaan pemilik rumah. Bahkan saat memasuki rumah tersebut, langsung ditemukan para pelaku dan bukti atas tindak pidana perjudian tersebut. Sehingga penindakan hanya difokuskan kepada aktifitas perjudian dimaksud. (GEM)

Comment