by

Tak Jadi Ditahan, Hartanto Terpapar Corona

Hartanto Hutomo, kontraktor pelaksana proyek pekerjaan Taman Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), terpapar Covid-19, setelah dilakukan tes Swab PCR pada salah satu rumah sakit di Surabaya.

Karena dinyatakan positif Covid-19 hasil tes Swab PCR, membuat jaksa menunda agenda penahanan terhadap dirinya.

Hartanto merupakan satu dari empat tersangka kasus dugaan korupsi pekerjaan Taman Kota Saumlaki, yang ditetapkan oleh Kejati Maluku.

Tiga rekan terdakwa lainnya telah ditahan oleh Kejati Maluku. Yakni, manta Kepala Dinas PUPR KKT Adrianus Sihasale alias Donny, Frans Yulianus Pelamonia dan Wilma Penanlampir, selaku pengawas dan PPK.

“Karena terserang virus (corona, red-), jadi penahanan ditunda dulu,” ungkap Kepala Seksi Penerangan dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, Rabu (14/7).

Berdasarkan pengakuan penyidik, terang Kareba, tersangka akan menyerahkan diri untuk ditahan. “Tersangka akan kooperatif. Hanya saja karena Covid, jadi tunda dulu penahanan. Sampai selesai terpapar, baru penyidik tahan dia,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga rekan tersangka lainnya, yakni, Kepala Dinas PUPR KKT Adrianus Sihasale alias Donny, Frans Yulianus Pelamonia dan Wilma Penanlampir, selaku pengawas dan PPK, sudah ditahan di Rutan Kelas II A Ambon selama 20 hari ke depan.

“Penahanan terhadap ketiganya selama 20 hari ke depan,” jelas Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Roronga Zega, dalam keterangan persnya di kantor Kejati Maluku, Senin (5/7).

Menurut Kajati, modus korupsi terhadap proyek ini, pekerjaan tidak sesuai bestek yang ada dalam RAB. “Hal ini kita perkuat dengan bukti keterangan saksi, keterangan ahli sekaligus hitungan audit perhitungan kerugian negara dari BPKP Maluku yang nilainya, sekitar Rp.1 miliar lebih,” beber Kajati.(SAD).

Comment