by

Tak Mampu Sumbang PAD, Rony Malu Jabat Dirut PDAM

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), belum bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Fakta tersebut membuat Direktur Utama (Dirut) PDAM Saumlaki, Roni The, merasa malu. Karena salah satu fungsi BUMD, yakni, memberikan PAD.

“Sejak dilantik bulan Oktober 2020, saya mendata dan menata ini perusahaan plat merah milik Pemda. Ada banyak persoalan. Tetapi itulah tanggungjawab yang saya emban. Ada aset-aset yang kita miliki juga belum terupdate dengan baik. Proses penyerahan aset juga belum jelas,” ungkap Roni.

Belum lagi penyertaan modal yang diberikan kepada PDAM, yang tahun 2021 dijatahi Rp 500 juta oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Dengan anggaran yang minim itu, Roni mengaku, agak sulit untuk membiayai operasional yang cukup tinggi. “Dengan anggaran itu, gaji saja terbatas, belum lagi masalah peralatan yang sudah tua dan juga rusak,” katanya.

Hal itu diperparah dengan jumlah piutang PDAM Saumlaki yang mencapai Rp 700 juta, yang merupakan tunggakan pembayaran masyarakat maupun sejumlah perusahaan.

“Dalam dua bulan ini, kami usahakan menagihnya secara profesional. Jika keberatan untuk bayar, kita akan lakukan pemutusan. Sebab banyak pelanggan yang tidak niat bayar, juga termasuk instansi-instansi,” tegasnya.

Memang, akunya, untuk kantor pusat PDAM di Saumlaki, sudah bisa membiayai diri sendiri. Namun untuk Kantor Cabang PDAM di Larat, belum bisa mandiri.

Pendapatan yang diterima Kantor Cabang PDAM di Larat, katanya, belum mampu menutupi biayai operasional. Bahkan hampir sebulan ini, kantor tersebut berhenti beroperasi, karena kerusakan alat.

“Kan kita tahu juga kalau Kantor Cabang PDAM di Seirah, juga tidak produktif,” pungkas Roni.(BTA)

Comment