by

Tak Puas, Jaksa Banding Putusan Polisi Narkoba

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku tak puas atas putusan pengadilan Negeri Ambon yang memvonis ringan polisi narkoba Usman Risahonduan alias Upang dengan empat tahun penjara. Karena itu, mereka kembali melakukan upaya hukum banding atas putusan tersebut.

“Kita tak puas, makanya kita banding,” jelas JPU, Augustina Isabella saat di temui di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (20/10).

Menurut dia, langkah banding yang ditempuh karena putusan majelis hakim tidak mengakomodir dua pertiga dari tuntutan JPU.

“Kita banding karena JPU tidak mengakomodir dua pertiga dari tuntutan JPU, itu alasannya,”tandas JPU.
Sebelumnya, majelis hakim pengadilan Negeri Ambon (PN) menjatuhi hukuman pidana terhadap polisi narkoba Usman Risahonduan alias Upang dengan pidana penjara selama empat tahun dalam persidangan yang digelar Selasa, (13/10).

Sidang beragendakan putusan itu dipimpin ketua majelis hakim Hamzah Kailul dibantu Philip Pangalila dan Lucky Rombot Kalola selaku hakim anggota, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, dari Pos Bantuan hukum Pengadilan Negeri Ambon.

Di dalam amar putusan majelis hakim mengatakan, perbuatan mantan kanit Narkoba Polresta (dulu Polres) Pulau Ambon dan Pp Lease ini terbukti bersalah sebagaimana dalam pasal 112 ayat (1) jo pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tetang narkoba.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan dipenjara empat tahun, di potong masa tahanan selama terdakwa berada di tahanan,” ungkap ketua majelis hakim dalam amar putusannya.

Putusan majelis hakim ini diketahui jauh lebih ringan daripada tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Augustina Isabella dalam dakwaannya menguraikan, terdakwa yang merupakan anggota Polri ini ditangkap di kantor pengiriman J&T Desa Nania, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Jumat, 20 September 2019.

Awalnya, anggota polisi dari Ditresnarkoba Polda Maluku mendapat informasi bahwa ada pengiriman barang berupa narkotika jenis ganja melalui jasa pengiriman J&T yang beralamat di kebun cengkeh.

Kemudian dari informasi tersebut, anggota polisi langsung menuju tempat tersebut untuk menyelidiki terdakwa tepatnya pada Senin, 2 September 2019.
Pada 16 September, anggota polisi kembali ke kantor J&T dan menanyakan kepada pegawai J&T menyangkut barang tersebut. Namun barang yang dimaksud sudah di bawakan di Gudang J&T Nania.

Tidak tunggu lama, petugas langsung menuju kantor J&T Nania untuk melakukan pemantauan.

Setelah melakukan pemantauan, sudah lima hari di daerah gudang J&T pemiliknya belum datang untuk mengambil paket haram itu.

Kemudian 20 Sepetember. Sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depan kantor J&T Nania. Tidak lama kemudian seorang laki-laki yang adalah seorang anggota polisi yang turun dari mobil dan berjalan menuju gunang J&T.

Sekitar 15 menit anggota polisi keluar dari kantor J&T membawa paket yang dicurigai narkotika jenis ganja. Dan ketika terdakwa hendak mau ambil barang tersebut langsung diamankan.

Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan paket bingkisan itu adalah satu paket bingkisan yang dikemas dengan menggunakan lat ban warnah coklat serta dilapisi dengan lat ban mening yang didalamnya berisikan ganja. Berdasarkan pengujian laboraturium barang bukti dari terdakwa berat total paket 692, 67 gram. (SAD)

Comment